Uji Kemampuan Paslon Tentang Sinkronisasi Pembangunan, Eri dan Machfud Adu Program

0
28
PAPARKAN PROGRAM Eri Cahyadi dan Machfud Arifin saat berdebat mengenai pembangunan Surabaya. Frizal-JawaPos

Surabaya. Panjinasional.net – Acara Adu Debat Kandidat Ketiga Calon Wali Kota Surabaya digelar pada hari minggu malam. Uji kemampuan itu merupakan acara debat pemungkas. Sebab, untuk tahapan selanjutnya, para pasangan calon (paslon) bersiap menyongsong pencoblosan.

Sedangkan Tema besar pada debat kandidat ketiga adalah Sinergi Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Kebangsaan. Topik utama itu dibagi menjadi lima poin. Pertama, Sinkronisasi Pembangunan Vertikal Dan Horizontal. Kedua, Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan. Ketiga, Pembangunan Budaya, Politik, serta Organisasi. Subtema terakhir, Harmoni Sosial Dan Persatuan Nasional.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Subairi menjelaskan bahwa teknis debat ketiga sama dengan sebelumnya. Pada tahapan pertama, setiap paslon akan diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misi yang berkaitan dengan tema besar.

Selepas menyampaikan program kerjanya, baru paslon diuji lewat pertanyaan dari panelis. ’’Pertanyaan disegel. Baru dibuka saat debat berjalan,’’ terangnya.

Direlease jawapos, KPU sudah menyiapkan tim perumus pertanyaan. Jumlahnya lima orang. Seluruhnya memiliki latar belakang akademisi. Dua orang berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA). Yaitu, Prof Masdar Hilmy SAg MA Phd dan Achmad Room Fitrianto SE MEI MA Phd. Lalu, Dr Agus Machfud Fauzi MSi dari Unesa dan Nurul Jadid PhD dari ITS. Yang terakhir adalah Hasan Ubaidillah SE MM, dosen dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Menurut Subairi, pemilihan lima panelis itu tidak asal. KPU memetakan satu per satu nama. ’’Tim perumus itu ahli di bidangnya,’’ ucapnya.

Lokasi debat terakhir sama dengan debat kedua. Tidak ada perubahan. Yaitu, Dyandra Convention Hall di Jalan Basuki Rahmat.

Menurut Subairi, tempat itu sengaja dipilih. Sebab, ada sejumlah keunggulan. Pertama, berkaca pada debat kandidat kedua. Kegiatan tersebut berjalan lancar. ’’Protokol kesehatan (prokes) diterapkan. Serta, tidak ada kerumunan,’’ jelasnya.

Kedua, tempat itu kerap digunakan untuk debat kandidat. Yakni, dua kali Debat Kandidat Gubernur. Dengan begitu, seluruh fasilitas sudah terpenuhi.

Sementara itu, salah seorang panelis Hasan Ubaidillah mengatakan, setiap perumus memiliki pertanyaan. Pertanyaan sudah disampaikan kepada KPU. Poin utamanya terkait sinergisitas pembangunan.

Menurut Hasan, poin yang penting adalah harmonisasi sosial dan persatuan nasional. Subtema itu menyiratkan pembangunan kota tidak akan berjalan lancar tanpa keamanan. ’’Kami akan mendengar jawaban paslon,’’ ucapnya.

Pada bagian lain, paslon Eri Cahyadi menyatakan, tidak ada persiapan khusus dalam debat kandidat. Menurut dia, program kerja yang nanti berjalan bakal dipaparkan. ’’Yang sudah saya lakukan akan saya paparkan,’’ terangnya.

Demikian juga Machfud Arifin. Kandidat yang diusung delapan partai politik itu mengatakan, tidak ada persiapan khusus. ’’Sama seperti debat pertama dan kedua. Kami akan sampaikan program kerja,’’ paparnya.@tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here