Mantan Camat Dungkek: Masyarakat Selalu Tanyakan Fungsi Keberadaan SPAM

0
57

Sumenep, www.panjinasional.net – Tidak beroperasinya Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gili Iyang yang berlokasi di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, terus menjadi perhatian masyarakat.

Bahkan, masyarakat Kecamatan Dungkek terutama masyarakat Bancamara dan Banra’as selalu menanyakan keberdaan dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut. Hal itu dikemukan mantan Camat Dungkek, saat ditemui dikediamannya, Minggu Malam (29/11/2020).

Menurut Moh Zaini, program SPAM ini kalau enggak keliru perkiraan tahun berapa ya, apa tahun 2016, apa tahun 2017. Karena saya belum ada disana.

“Cuma masyarakat kami itu setiap ada momen-momen pertemuan sosialisasi dan sebagainya itu selalu menanyakan keberadaan dari SPAM ini, terutama masyarakat Kepulauan Gili Iyang, seperti Bancamara dan Banra’as,” kata Moh Zaini Senin malam (29/11/2020) di kediamannya.

Dikatakan Zaini, ketika saya konfirmasi lho itu program apa.  Karena saya memang tidak tau ceritanya. ” Cuma masyarakat bagaimana agar supaya SPAM ini bisa dimanfaatkan benar. Karena ditunggu oleh masyarakat kami disitu,” ujarnya.

Akhirnya, kata Zaini pihaknya tanya-tanya ke Kalebun/Kepala desa, masyarakat dan sebagainya itu. “Memang benar ada disana itu progam SPAM itu ada. Dan ternyata SPAM ini setelah saya tanyakan kepada tokoh-tokoh masyarakat, itu kalau enggak keliru sumber airnya ada di desa Candi.  Kemudian bentuk penyalurannya memang melalui bawah laut. Informasinya seperti itu,” tuturnya.

Zaini menjelaskan, dan disitu, juga ditampung dulu di desa lapa laok kalau enggak keliru ada tandon di sana SPAM nya itu, kemudian dialirkan lagi ke lapa daya seperti itu.

“Nah dari lapa daya ini yang tandonnya tinggi ini yang akan di salurkan melalui bawah laut ke Gili Iyang seperti itu. Informasinya kemarin sempat dioperasikan katanya. Akhirnya saya konfirmasi lagi ke Kepala desa. Ya Pak Camat pernah tapi sempat macet, alasannya apa kok macet, sumber airnya gak cukup, katanya seperti itu,” tukasnya.

Ditemui terpisah Kepala Dinas Perumah Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP dan CK) melalui Kepala Bidang (Bidang) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Benny menyampaikan bahwa serah terima itu sudah dilakukan dari dua sumber, yang pertama dari BPWS, yang kedua dari Satker SPAM strategis.

“Itu sudah dilakukan pada Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep,” kata Benny, Senin (30/11/2020) di kantornya.

Kemudian Lanjut Benny kondisi serah terimanya itu memang kebetulan bukan saya yang ngawal. “Artinya setelah di oknam mungkin pada saat itu sudah sesuai dengan apa yang diperjanjikan yaitu berupa instalasi Sistem Penyediaan Air Minum dari Candi satu dan Candi dua sumbernya. Kemudian itu ditarik ke Gili Iyang,” ujarnya.

Dikatakan Benny berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) 122/2015 bahwa Pemerintah daerah (Pemda) itu tidak bisa melaksanakan kaitan pengelolaan air bersih yang bisa itu adalah satu BUMN, BUMD yang kedua UPTD Tehknik yang ketiga ada kelompok masyarakat.

“Dari tiga komponen ini tidak ada Pemerintah daerah (Pemda) itu yang bisa mengelola kaitan dengan air Minum,” imbuh Benny.

Maka, Sambung dia, di 2019, kalau tidak keliru ya, di 2019 akhirnya melalui proses yang panjang ini harus dikelola pengoperasiannya oleh BUMD karena suratnya yang ada BUMD.

“Maka kita lakukan oknam, kita hitung bersama dan kita limpahkan kaitan dengan pengelolaannya walaupun asetnya tetap Pemerintah daerah (Pemda) itu kepada PDAM,” tukasnya.

Lebih lanjut Benny menyampaikan, maka setelah ini dioperasionalkan oleh PDAM kami tidak memantau lagi, sampek sejauh mana perkembangan tentang Pengelolaan Air Minum SPAM Gili Iyang.

“Namun yang pasti beberapa komponen itu memang butuh penyesuain dan pengembangan, mungkin berdasarkan oknam PDAM. Nah itu yang sedang di upayakan oleh PDAM,” terangnya.

Disinggung tahun berapa penyerahan dari BPWS ke Pemkab, pihaknya mengaku kurang tahu. “Saya kurang tahu ya dokomennya, saya lupa kurang lebih tahun 2018 kalau enggak keliru,” katanya.

Saat ditanya apakah secara tehnik penyerahan dari BPWS ke Pemkab itu, apa sudah sesuai atau seperti apa? Menurut Benny dirinya tidak mengawal dari awal.

“Saya sebutkan tadi bahwa saya tidak mengawal dari awal, dari awal ya, saya tidak tau proses serah terima itu. Tapi, kan secara regulasi mungkin dengan adanya serah terima begitu berarti kan sudah sesuai,” sambung dia.

“Saya rasa sudah sesuai semuanya sudah sesuai, baik syarat, gambar kemudian secara spesifikasi tehnik. Karena sudah dilakukan serah terima. Kalau sudah dilakukan serah terima berarti saya rasa pada saat itu sudah mengistimasi bahwa itu sudah dapat dilaksanakan dengan baik.” Pungkasnya.

Dilansir dari berita sebelumnya Direktur Utama PDAM Kabupaten Sumenep, Supandi, mengatakan bahwa, itu SPAM Gili Iyang. “PDAM mulai dari awal tidak pernah diikut sertakan masalah proyek SPAM baru di Gili Iyang. Itu proyeknya BPWS dengan Pemkab,” kata Supandi. Senin lalu (24/08/2020) di kantornya.

Lebih lanjut Supandi mengatakan, disitu merupakan pulau oksigen, sarananya itu air tidak ada disitu. Makanya ada kerjasama antaranya BPWS dengan Pemkab untuk membangun SPAM Pelayanan Air Minum di situ.

“Setelah adanya penyerahan dari BPWS ke Pemkab pada akhirnya PDAM dipaksa untuk mengelola tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Sambung dia (Supandi) setelah saya survei kesana, survei ke Gili Iyang ternyata kita masih membutuhkan pipa sepanjang 2 kilo setengah. Disitu sudah ada pengelola masing-masing, sudah ada tondon-tandonnya masyarakat yang memang dijual ketetangga tetanganya.

“Dari pipa SPAM itu, itu tidak terkoneksi, makanya saya ajukan ke BPWS, sampai sekarang masih belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Disinggung berarti proyek SPAM itu bisa dikatakan mangkrak ya pak, ” Iya, sementara itu iya, tidak bisa memberikan pelayanan bagi masyarakat,” imbuhnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − five =