Tasyakuran Media Panjinasional. Bahas Degradasi Moral Insan Pers dan Lahirnya Komunitas Jurnalis

0
143

Surabaya. www.panjinasional.net Berniat mendukung aturan pemerintah tentang  protokol kesehatan. Menghindari kerumunan berlebihan. Maka kegiatan rutin tahunan Media Panjinasional yang sedianya dilaksanakan Diskusi Nasional 21 nopember kemarin ditunda dan diadakan Tasyakuran dan Silaturahmi hari ini sabtu 28 november 2020 secara sederhana.

Para tamu yang  hadir disambut dan di sarankan sebelum masuk agar mencuci tangan serta memakai masker oleh tim awak panjinasional, juga tempat duduk lesehan dengan menjaga jarak sesuai aturan prokes. 

Acara tersebut  dikemas dalam rangka peringatan Dasawarsa Media Panjinasional, dengan mengangkat tema “Siap memasuki media informasi digital Era 5.0 di tahun 2021” digelar dengan  mengundang para pimred media di jawa timur, para tokoh lembaga dan lain lainnya.

Acara dibuka dan diawali ucapan Alfateha bersama oleh Bambang Suroso dilanjutkan sambutan oleh Gatot irawan sebagai pimpinan perusahaan Media Panjinasional menyampaikan bahwa Diselenggarakannya acara syukuran secara sederhana sesuai protokol kesehatan sebagaimana dikondisi Pandemi Covid-19. Sabtu 28/11/2020 di halaman kantor Berita Redaksi Panjinasional.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Achmad Garad Ketua PJI Demokrasi Jatim, Firman Sekretaris PJI Demokrasi Jatim, Joko Aktiono Pemred Fajar Nusantara News (FNN), H. Marzuki selaku Pemred media Online Suara Global, Nataseha Saputra Selaku Pengacara dan Ketua LBH KPK dan Ade Maulana Ketua Komunitas Jurnalis  Jawa Timur (KJJT) beserta undangan lainnya, serta dari anggota panjinasional seluru biro perwakilan.

Dalam sambutannya Gatot Irawan, menggambarkan suka duka perjalanan media cetak Panjinasional secara mandiri  tanpa investor. Gatot juga menyatakan siap

memasuki tantangan baru, dan Panjinasional Siap memasuki Media Informasi Digital di Era 5.0 di tahun 2021, semuanya tak lepas dari dukungan anggota panjinasional dengan terus meningkatkan SDM dan berperan secara sinergi menjalankan profesi insan pers, dan tetap kedepankan kode etik jurnalistik, serta berpedoman undang undang pers, pesan Pemred Panjinasional.

Sedangkan dewan redaksi, H.Zubaidi, mengatakan, semua wartawan Panjinasional,   harus semakin aktif berkoordinasi dengan Pimpinan, apa lagi akan memasuki tahun 2021, media panjinasional sudah Siap  Memasuki dunia digital Era 5.0 pungkasnya.

Pemred Panjinasional, menambahkan “Saya mohon maaf kepada semua kawan kawan Pemred se jawa timur, saya tidak bisa mengundang ke seluruhan, karena  ada aturan dan larangan dari pemerintah, agar menghindari kerumunan dan antisipasi penularan Covid19, walaupun para pemred sudah ada groupnya tersendiri,  saya tidak bisa mengundang para Pemred secara keseluruhan, ujarnya. 

Degradasi Moral bagi Insan Pers.

Dalam kesempatan itu Gatot yang dianggap  sesepuh para insan pers Jawa Timur menyampaikan keprihatinan yang mendalam tentang dunia pers akhir akhir ini. “Dunia Pers saat ini mengalami Degradasi Moral,  maksudnya karakter jurnalis kebanyakan sulit dikendalikan. Sekarang ada banyak julukan Wartawan rasa Polisi, Wartawan rasa Penyidik, dan yang paling parah adanya Wartawan rasa preman” sungguh memprihatinkan. Kalau dikatakan ucapan kasar maka kita semua marah dan tersinggung.

Terus bagaimana keberadaan lembaga pers yang sudah banyak terbentuk?..ujar gatot.

“Banyak lembaga pers yang belum mampu membangun SDM Pers secara berkesinambungan, ini sangat memprihatinkan. Sehingga aturan Etika Jurnalistik mulai tak berfungsi. Namun terbentuknya KJJT saya sangat mengapresiasi, sebab belum lama terbentuk sudah berani mengadakan Lemdik (lembaga pendidikan) tempat jurnalis yang mau belajar baik tehnik penulisan, wawancara hingga pemahaman peningkatan terhadap wartawan profesional” ujar Gatot mengakhiri sambutannya.@tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here