Guguran Puncak Merapi Terpantau CCTV BPPTKG, berikut penjelasannya

0
34

Jogjakarta – Panjinasional.net – Setelah statusnya ditetapkan menjadi Siaga sejak 5 November 2020 lalu, hingga saat ini aktivitas kegempaan di Gunung Merapi tercatat masih cukup tinggi. Kegempaan dangkal yang dominan terjadi pada aktivitas kali ini mengakibatkan ketidakstabilan material lama yang ada di puncak.

Seperti pada Minggu pagi (22/11), terjadi guguran tebing lava lama yang terpantau dari CCTV pengamatan Gunung #Merapi yang dipasang di Deles pada pukul 06.50 WIB. Guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 82 detik.

caption twitter @BPPTKG

Kepala BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi Hanik Humaida menyampaikan bahwa guguran tersebut merupakan guguran dari tebing lava 1954 yang berada di dinding kawah utara. Material jatuh ke dalam kawah dan hingga saat ini tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

“Guguran seperti ini merupakan kejadian yang biasa terjadi pada saat Gunung Merapi mengalami kenaikan aktivitas menjelang erupsi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi rekomendasi dari BPPTKG serta arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat”.

Baca Juga : Aktivitas Merapi Meningkat, berikut Laporan BPPTKG

Pada periode pengamatan tanggal 22 November hingga pukul 24.00 WIB terpantau terjadi 50 gempa guguran, 81 kali gempa hembusan, 342 kali gempa multifase, 41 kali gempa vulkanik dangkal, dan 1 kali gempa tektonik jauh. **BY**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − 10 =