Bawaslu dan Mappilu-PWI Jateng Segera Tandatangani Nota Kesepakatan

0
48
Anggota Mappilu-PWI Jateng dan beberapa Komisioner Bawaslu Jateng foto bersama usai melakukan dialog

SEMARANG. www.panjinasional.net Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah telah menemukan berbagai macam pelanggaran selama pelaksanaan masa kampanye 26 September 2020. Antara lain pelanggaran yang terkait dengan administrasi, prosedur yang tidak terpenuhi, pelanggaran protokol kesehatan hingga pelanggaran netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Bahkan selama dimulainya masa kampanye pilkada serentak 2020, Bawaslu sudah pernah membubarkan langsung 14 konvoi di berbagai daerah di Jawa Tengah karena mereka melanggar protokoler kesehatan,” kata Ketua Bawaslu Jateng Fajar Sakka,   ketika menerima kunjungan Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (MAPPILU – PWI) Jawa Tengah, di Kantor Bawaslu Jateng, Senin (23/11/2020).

Fajar Sbkhi Abdul Kadir Arif didampingi M Rofiuddin ketika menerima
kunjungan MAPPILU-PWI Jateng

Ikut hadir acara kunjungan dari Mappilu-PWI Jateng, Sugayo Jawama (Ketua), M. Chamim Rifai (Sekretaris), Bekti Maharani (Bendahara), Agus Umar (Divisi Pemantauan), Kunadi dan M.Anas (Divisi Diklat dan Sosialisasi), Darno dan Suparman (Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum).

Didampingi anggota Komisioner Divisi Hubungan Antar Lembaga M Rofiuddin,  Fajar menjelaskan hingga saat ini ada 86 orang maupun lembaga yang melaporkan pelanggaran  yang dilakukan kontestan pilkada 2020. Ada 24 kasus pelanggaran yang sudah bisa diselesaikan.

Rofiuddin menambahkan selain pelanggaran oleh kontestan pilkada dan timsesnya, pelanggaran kode etik juga dilakukan oleh beberapa media terkait dengan proses pelaksanaan pilkada. “Ada 3 media yang melakukan pelanggaran di daerah Jawa Tengah, dan ketiganya sudah kami laporkan ke Dewan Pers agar diproses sesuai kapasitas dan kewenangannya,” jelas Rofiuddin yang pernah belasan tahun menjadi wartawan Tempo grup.

Ke depan, agar rasa pengawasan lebih melekat kepada masyarakat, Bawaslu Jateng sudah mulai melakukan sosialisasi melalui Sekolah Pengawasan terhadap para remaja sebelum berusia 25 tahun. Ternyata, kata Fajar, tanggapan mereka luar biasa. Peserta Sekolah Pengawasan yang dilakukan secara virtual mencapai jumlah 1600 peserta. Dalam kunjungan tersebut disepakati kedua belah pihak akan mengadakan penandatangan MoU antara Bawaslu dan Mappilu-PWI Jateng, Jumat 27 November 2020 mendatang. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − 3 =