Proyek Modernisasi P. N. Garam Penuh Misteri: Aktivis GARIS Pertanyakan Anggaran Proyek Modernisasi?

0
109
Supardi Ketua Aktivis GARIS (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu)

Sumenep, www.panjinasional.net – Pada tahun 1976 P. N. Garam menggaungkan rencana proyek modernisasi P.N. Garam. Namun dalam perkembanganya yang namanya proyek modernisasi tersebut menjadi polemik berkepanjangan.

Pasalnya, saat ini yang namanya proyek modernisasi tersebut masih penuh misteri alias belum jelas keberadaannya. Karena belakangan ini muncul sebutan jika yang namanya proyek modernisasi tersebut, tidak ada, enggak pernah disentuh.

Namun saat awak media panjinasional.net sebelumnya mencoba meminta tanggapan terkait dengan proyek modernisasi P.N. Garam yang disebut enggak ada dan enggak pernah disentuh kepada Humas PT Garam (Persero). Namun pesan WhatsApp dari awak media tidak direspon kendati sudah terlihat tanda notavikasi/dibaca.

Melihat rentetan ini membuat Ketua Aktivis GARIS (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) Kabupaten Sumenep mulai mengaku heran dan mulai mempertanyakan anggaran untuk rencana proyek modernisasi tersebut?

Menurut, Supardi Ketua Aktivis GARIS (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) pertanyaan anggaran ini tentunya merujuk pada P. N. Garam yang notabene merupakan perusahaan negara.

“P.N. Garam ini merupakan perusahaan negara, ya tentunya wajar kalau misalnya kami sebagai masyarakat mempertanyakan anggaran untuk rencana proyek modernisasi tersebut, apakah itu bersumber dari negara atau bukan?,” kata Supardi, Rabu (04/11/2020).

Selain itu kata Supardi, ini juga merujuk pada surat yang telah dikeluarkan oleh PN. Garam pada tahun 1976, Kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah Proyek Modernisasi PN. Garam di Pamekasan. Dimana sebagian isi dari surat tersebut sudah jelas menyebutkan, sesuai dengan rencana pelaksanaan Proyek Modernisasi PN. Garam maka pada bulan April 1976 yang akan datang akan dimulai dilaksanakan.

“Penutupan/membendung teluk gersik putih di tempat penyeberangan antara kalianget timur dengan gersik putih yang ada pada saat ini. Dengan demikian dimaksud bahwa teluk itu nanti hanya digunakan untuk waduk penyimpanan air laut yang sudah tua. Demikian saya kutip dari sebagian isi surat tersebut,” tukasnya 

Dan ketika belakangan ini, Sambung Supardi, santer disebut yang namanya proyek modernisasi tersebut enggak ada, enggak pernah disentuh, ini ada apa?

“Hemat kami kalau misalnya proyek modernisasi tersebut tidak terlaksana. PT Garam (Persero) yang merupakan perubahan dari nama P.N. Garam harus bisa menjelaskan ke publik kendalanya apa? bukan malah diam dan mengabaikan publik,” ujarnya.

Karena. lanjut Supardi, persoalan proyek modernisasi ini bukan hanya tentang mempertanyakan anggaran, melainkan juga tentang hak masyarakat dari sebagian eks pemilik tanah yang dibebaskan pada tahun 1975 yang sampai saat ini hak garapnya tidak dipenuhi oleh PT Garam (Persero).

“Untuk itu, kami akan melakukan upaya penelusuran kepada pihak-pihak terkait. Dan juga akan melakukan investigasi lapangan untuk memastikan, apakah proyek modernisasi tersebut, sudah terlaksana atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu saat Humas PT Garam (Persero) Miftah dimohon tanggapannya terkait dengan anggaran proyek modernisasi yang mulai dipertanyakan? melalui pesan WhatsApp tidak menanggapi. Kendati sudah menjawab salam awak media. Rabu (04/11/2020).@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + four =