Dua Pelaku Pembunuhan di Bukit Jamur Ternyata Masih Dibawah Umur. Ini Motifnya.

0
56
Polres Gresik, saat merilis pengungkapan pelaku pembunuhan di bukit Jamur Bungah

Gresik, www.panjinasional.net – Satreskrim polres Gresik akirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Ahmad Arinal Hakim yang berusia 13 tahun dan ditemukan mengapung di bekas galian C ‘Bukit Jamur’ Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Aril panggilan akrab korban ternyata dihabisi Pelaku yang tidak lain adalah temannya sendiri yang berinisial MSK usia 15 tahun dan SNI usia 16 tahun.

Menurut keterangan yang di rilis Polres Gresik, Aksi pembunuhan yang dilakukan oleh dua bocah ini hanya gara – gara Korban kerap kali menggoda kekasih salah satu Tersangka MSK. Sedangkan keikutsertaan  SNI juga ikut terlibat karena ada dendam orang tuanya sering diejek oleh korban.

AKBP Arief Fitrianto, Kapolres Gresik menjelaskan jika aksi penganiayaan yang berujung pembunuhan tersebut dilatar belakangi rasa cemburu dan dendam.

“Motif awalnya karena saudara AH sering mengganggu teman perempuan MSK. Lalu kenapa mereka berdua bisa sepakat melakukan pembunuhan, karena orang tua SNI juga sering diejek oleh korban,” ujar AKBP Arief Fitrianto, Jumat (6/11/2020).

Lebih lanjut Arief menjelaskan,  sebelum dihabisi korban terlebih dulu diajak bertemu di lapangan Bungah. Tidak lama kemudian, mereka berjalan menuju area Bukit Jamur yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

Saat berada di  TKP, kepala korban lalu dipukul dengan menggunakan kayu oleh salah seorang pelaku. Sontak korban pun tak sadarkan diri. Oleh kedua pelaku, korban lalu ditenggelamkan ke kubangan air bekas galian batu kapur dengan mengikat kedua tangan korban ke belakang sebelum dilempar ke kubangan.

“Sebelum dipukul dengan kayu, kedua tangan dan kaki korban terlebih dulu diikat dengan tali. Setelah itu tubuh korban ditenggelamkan ke bekas galian. Selang sehari, salah seorang pelaku MSK sempat datang lagi ke TKP untuk memastikan kematian korban,” terangnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, usai menghabisi korban, MSK lalu kabur ke Kabupaten Pasuruan dengan membawa HP korban. Sementara, SNI ikut bekerja sebagai tukang bangunan bersama orang tuanya.

“Tidak sampai 24 jam setelah korban teridentifikasi, kedua pelaku berhasil kita amankan. MSK kita amankan saat berada di Kabupaten Pasuruan, sedangkan SNI kita tangkap di wilayah Gresik,” paparnya.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka yang masih di bawah umur akan dijerat dengan Pasal 76 C jo Pasal 80 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU nomor 23 tahun 2002. Yang berbunyi tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian dan pembunuhan berencana.

“Pelaku terancam dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Karena kedua tersangka masih di bawah umur, maka dalam rilis kali ini sengaja tidak kami hadirkan,” imbuhnya.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =