PETROKIMIA GRESIK DUKUNG REGENERASI PETANI

0
48

Gresik, www.panjinasional.net – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian BUMN di bawah kepemimpian Menteri BUMN Erick Thohir, telah mencanangkan 5 (lima) program prioritas, yang salah fokusnya adalah pengembangan talenta untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Untuk itu, Petrokimia Gresik, sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, turut mendukung upaya tersebut, utamanya dalam mencetak generasi petani muda.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satrio Annurogo menjelaskan bahwa, regenerasi petani juga menjadi program prioritas perusahaan, karena merupakan salah satu kunci sukses pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

Jika melihat demografi petani saat ini, petani dengan usia 55 tahun atau lebih jumlahnya terbilang besar, berkisar 35,9 persen, sedangkan petani muda atau berusia 34 tahun ke bawah hanya 11 persen. Petani di tanah air saat ini didominasi antara usia 35 sampai 54 tahun sebanyak 52,4 persen.

“Jika regenerasi petani gagal, maka pertanian ketahanan pangan di Indonesia terancam. Padahal, menyongsong Indonesia Emas kebutuhan pangan di tanah air mencapai 35,3 juta ton, atau meningkat 5,44 juta ton (18,2 persen) dibandingkan tahun 2019 sebesar 29,86 juta ton,” tandasnya.

Untuk menyukseskan program regenrasi petani, Petrokimia Gresik memiliki 4 (empat) strategi andalan, yaituJambore Petani Muda (JPM), kerjasama Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI), Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) yang menggandeng Politeknik dari berbagai daerah, serta membuka magang online sebagai inovasi pelaksanaan praktik kerja industry (prakerin) di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pertama JMP,pada Novemberbulan depan merupakan pelaksanaan JMP keempat yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan upaya perusahaan untuk menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. Peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah, padahal sektor pertanian ini jika dikelola dengan baik dan benar, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya.

Pada JMP 3, Petrokimia Gresik menggandeng 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia untuk mempertandingkan inovasi para mahasiswa di bidang pertanian. Sedangkian JMP 2 menggandeng murid dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian dari berbagai daerah, dan JMP 1 dikemas dalam Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA).

“Jambore Petani Muda ini adalah salah satu solusi konkrit yang kami lakukan untuk mendukung masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Dwi Satriyo.

Kedua, Petrokimia Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) ini pada tahun 2019 lalu. PEPI merupakan kampus Politeknik Enjiniring Pertanian pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendukung upaya Pemerintah untuk melakukan transformasi pertanian tradisional menjadi modern, dan membangun SDM pertanian unggul, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini.

Adapun ruang lingkup kerja sama ini meliputi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, pengembangan keterampilan mahasiswa, penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran, serta pengembangan teaching factory

Ketiga, Petrokimia Gresik memulai program PMMB sejak tahun 2019. Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan didukung oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia. Peserta magang mendapatkan sejumlah materi, termasuk skill penjualan dan pemasaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 5 =