PRODUK PETROKIMIA GRESIK JAWAB KEBUTUHAN SPESIFIK SEKTOR AGROINDUSTRI

0
31

Gresik, www.panjinasional.net – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian BUMN di bawah kepemimpian Menteri BUMN Erick Thohir terus berupaya membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional. Petrokimia Gresik, sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, juga ikut mendukung upaya tersebut, terutama di bidang ketahanan pangan, khususnya melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan komersil yang berkualitas.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan bahwa dalam upaya menciptakan solusi yang komprehensif untuk sektor agroindustri dari hulu hingga hilir, Petrokimia Gresik mengedepankan pemanfaatan teknologi mutakhir agar solusi yang ditawarkan tepat sasaran.

“Dengan kemampuan riset mumpuni yang kami miliki saat ini, didukung dengan pemanfaatan teknologi mutakhir, kami berhasil menciptakan produk-produk yang spesifik, tepat sasaran, dan bahkan dapat men-drive pasar,” tandas Dwi Satriyo.

Adapun sejumlah produk andalan yang mampu menjawab kebutuhan pasar spesifik antara lain Phonska Plus, Phonska Oca, Petro Nitrat dan Petro Ningrat.

Phonska Plus, lanjutnya, mendapatkan sambutan luar biasa dari pasar di sektor agroindustri. Pupuk yang terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman ini bahkan menjadi market leader pupuk NPK nonsubsidi retail pada tahun 2019 dengan pangsa pasar atau market share sebesar 27%.

Jika melihat pertumbuhan penjualan NPK Phonska Plus pada tahun 2020 ini meningkat signifikan. Sampai akhir tahun 2020, diprediksi penjualan Phonska Plus akan meningkat hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itu, perusahaan menargetkan NPK Phonska Plus dengan formulasi 15-15-15 ini kembali mempertahankan posisi market leader di sektor pupuk nonsubsidi.

“Phonska Plus diperkaya dengan unsur hara mikro Zinc yang sangat diperlukan oleh tanaman. Berdasarkan laporan International Fertilizer Association (IFA), kandungan Zinc pada lahan pertanian di Indonesia menurun sangat signifikan. Oleh karena itu, NPK Phonska Plus merupakan solusi atas masalah pertanian di Indonesia saat ini,” jelas Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik, ujarnya, selama ini dikenal sebagai pioneer NPK atau pupuk majemuk di Indonesia. NPK pernah menjadi masa depan baru bagi perusahaan dan pertanian di Indonesia. Bahkan saat ini Petrokimia Gresik mampu menyediakan NPK dengan berbagai macam formulasi, mulai dari NPK Petro Nitrat dan NPK Petro Ningrat.

Terbaru, Petrokimia Gresik juga berinovasi mengembangkan pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca. Pupuk ini merupakan upaya perusahaan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.

Hal ini sangat penting mengingat berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang yang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.

Phonska Oca dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

Untuk itu melalui produk ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca,” ujarnya.

Atas kemampuannya dalam penguasaan teknologi pupuk majemuk, lanjut Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik juga mampu memproduksi NPK lebih dari 40 formulasi, dan 4 (empat) paten dalam produksi NPK, dimana landasan riset Petrokimia Gresik antara lain kebutuhan pasar, keluhan pelanggan, kebijakan pemerintah, penugasan khusus dan studi literatur.

Penguasaan teknologi ini dimiliki berkat dukungan kemampuan riset terbaik, dan fasilitas laboratorium yang lengkap,” ujar Dwi Satriyo.

Penguasaan teknologi ini juga menjadi dasar bagi Petrokimia Gresik untuk mengembangkan produk non-pupuk lengkap, seperti probiotik, dekomposer, pestisida dan pembenah tanah.

Petrokimia Gresik juga menawarkan solusi benih bagi agroindustri hulu. Benih merupakan salah satu pendukung peningkatan produktivitas bagi pertanian. Beberapa produk benih yang telah dikembangkan adalah benih padi baik Inbrida (Petro Seed) dan Hibrida (Petro Hibrid), benih jagung (Petro Hi Corn), dan benih cabai (Petro Chili).

Kedua, Petrokimia Gresik melengkapi kawalan pertanian dengan menghadirkan mobil uji tanah. Sejak diluncurkan tahun 2015, mobil uji tanah mendapatkan sambutan antusias dari petani. Sambutan positif ini hadir karena masih banyak petani yang kesulitan mengecek kandungan tanahnya karena tidak memiliki alat penguji. Untuk itu tahun 2020 ini, Petrokimia Gresik memperluas jangkauan layanan mobil uji tanah, dari sebelumnya hanya 4 (empat) unit menjadi 15 unit, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diresmikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Adapun wilayah operasi ke-15 unit mobil uji tanah ini meliputi Madiun (Jatim), Jember (Jatim), Gresik (Jatim), Purwokerto (Jateng), Magelang (Jateng), Semarang (Jateng), Indramayu dan Bandung Barat (Jawa Barat), Lombok dan Sumbawa (NTB), Banjarmasin (Kalsel), Bandar Lampung (Lampung), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Tanah Karo (Sumatera Utara). Mobil ini memang dialokasikan untuk 15 daerah tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan juga melayani daerah di sekitarnya.

Layanan mobil uji tanah sendiri berfungsi untuk menguji tingkat kesuburan tanah dan memberikan konsultasi pertanian secara gratis. Petani cukup membawa sampel tanah dari lahan pertaniannya, kemudian dalam waktu singkat dapat mengetahui kandungan tanah sekaligus mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat,” jelas Dwi Satriyo.

Selama ini petani juga merasa kesulitan dalam memilih jenis pupuk maupun dosis yang akan digunakan. Hadirnya layanan ini akan memberikan solusi atas permasalahan tersebut,.

Mobil uji tanah juga menjadi sarana bagi Petrokimia Gresik untuk membantu pemerintah mengedukasi petani agar menerapkan pola pemupukan berimbang demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.

Dengan dosis pemupukan yang tepat dan berimbang, maka penggunaan pupuk oleh petani akan lebih efisien dan produktivitasnya pun semakin optimal, sehingga kesejahteraan petani dapat terdongkrak.

“Petrokimia Gresik berkomitmen mendukung peningkatan produktivitas pertanian untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan dengan dasar penguasaan teknologi melalui asa Solusi Agroindustri,” tutupnya.(Shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + three =