Takut Buku Nikah Anda Palsu? Ini Cara Cek Keasliannya

0
38
Ilustrasi Buku Nikah asli/dokumen pribadi Persepsi Anda seperti itu tentu tidak salah. Itu artinya bahwa ada ciri-ciri spesifik atau tanda-tanda khusus yang bisa dikenali dan ditemukan dari buku nikah yang asli.

***Jika buku nikah Anda tak ada tanda-tanda itu semua, tolong jangan panik dulu. Bisa saja buku nikah Anda asli, tapi juga bisa jadi palsu. Karena ada dua kemungkinan. Dikutip Kompasiana Muis Suryana.

Panjinasional – Cara pertama, jangan sungkan bertanya pada orang atau pegawai KUA, dan cek arsip di KUA. Jika tidak tercatat atau tidak ada di arsip KUA, sehingga mau tidak mau, harus dilakukan proses isbat nikah ke Pengadilan Agama. Dalam hal ini, KUA akan mencatat pernikahan, atau menerbit buku nikah itu berdasarkan penetapan Pengadilan Agama tentang isbat nikah yang bersangkutan.

Kemungkinan pertama, buku nikah Anda asli tapi jadul. Artinya, pernikahan Anda sudah lama di bawah tahun 2010-an, misalnya. Jadi tidak ada tanda-tanda itu semua, hanya sebagian, dan itu sangat penting. Misalnya, terkait nomor pencatatan pernikahan.

Kemungkinan kedua, mau buku nikahnya baru (pengantin baru), atau sudah jadul, tapi nomor pencatatannya juga ngasal, maka itu patut dicurigai, jangan-jangan buku nikah Anda benar-benar palsu. 

Itu harus cepat diurus kalau tidak mau mengalami musibah administrasi, hambatan-hambatan dalam pelayanan administrasi, dan pencatatan sebagai warga negara yang memang sudah menikah, dan Anda bukan jomblo lagi.

Kalau Anda menikah di atas tahun 2010-an dan takada tanda-tanda validitas seperti yang saya udar di atas, maka bisa dipastikan buku nikah Anda palsu. Ingat, buku nikahnya yang palsu. Yang penting bukan Andanya yang ikut-ikutan palsu.

Demikian senarai cara cek keaslian buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA. Semoga bermanfaat.

Lantas, bagaimana caranya mengetahui apakah buku nikah itu asli atau tidak?

Logo lambang negara, Burung Garuda yang dicetak pada kover buku nikah. Buku nikah itu ada dua dan berbeda warna. Yang berwarna coklat untuk suami, dan yang berwarna hijau untuk istri. Jadi, masing-masing suami istri diberikan buku nikah. Biar enggak rebutan ya? Hehe…bukan! 

Buku nikah sekarang itu ada terjemahan berbahasa Inggris. Tidak ada terjemahan berbahasa Arab. Mungkin pertimbangannya karena tidak cukup halaman. Buku nikah sekarang itu ukurannya kecil agar bisa dikantongin.

Buku nikah saat ini hampir semua sudah tidak ditulis tangan, tapi sudah dicetak (di-print). Jika masih ditemukan ada buku nikah yang ditulis tangan, bisa jadi printer-nya  kebetulan mungkin sedang rusak . Dan hampir jarang sudah ditemukan buku nikah tulis tangan.

Pada halaman pertama, setelah kover, ada kata sambutan Menteri Agama. Di akhir kata sambutan tertera nama Menteri Agama dan tanda tangannya. Di samping kirinya ada segel berwarna abu-abu bergambar Burung Garuda. 

Pada halaman kedua, tertulis nama kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, perwakilan RI, di mana KUA mengeluarkan dan mencatat peristiwa nikah. Tersedia kolom pas foto kedua mempelai.

Pada halaman ketiga, tertera nomor pencatatan nikah, hari, tanggal dan tahun peristiwa nikah. Di sini juga tertulis data suami. Pada halaman keempat, tercantum data istri dan wali nikah. 

Tampak barcode (tanda batang), data maskawin, tanggal pencatatan, dan catatan status perkawianan/dokumen pribadi

Halaman kelima, berisi data maskawin, tanggal pencatatan, nama KUA kecamatan, nama dan tanda tangan kepala KUA, stempel KUA dan barcode (kode batang) buku nikah. 

Halaman keenam, berisi catatan status perkawinan: Jejaka/perawan atau duda/janda  Halaman ketujuh, berisi sigat taklik (perjanjian yang mengikat) yang diucapkan oleh suami. Dan halaman terakhir berisi doa sesudah akad nikah.

Buku nikah dilengkapi dengan nomor seri yang tercantum dengan pola lubang di kertas. Nomor seri ini sekaligus adalah kode khusus Kementerian Agama sebagai penerbit buku nikah.

Nomor pencatatan nikah adalah hal yang paling penting dalam buku nikah. Penomoran pada buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA adalah nomor pencatatan peristiwa nikah secara resmi dan baku. Penomoran secara baku ini dipilah kepada 4 (empat) bagian angka-angka, dan ditandai (dibatasi) dengan garis miring, layaknya nomor pada surat resmi.

Pertama, angka untuk menunjukkan jumlah peristiwa pada tahun berjalan. Kedua, angka untuk menunjukkan jumlah peristiwa nikah pada bulan berjalan. Ketiga, angka romawi untuk menunjukkan bulan peristiwa nikah. Terakhir dan keempat, angka untuk menunjukkan tahun peristiwa nikah. Contoh: 0865/075/X/2020

Buku Nikah dari pasangan pengantin yang menikah hari ini (27/10/2020) di salah satu KUA di DKI Jakarta. Tampak nomor pencatatan, hari, bulan dan tahun peristiwa nikah/dokumen pribadi

Buku Nikah dari pasangan pengantin yang menikah hari ini (27/10/2020) di salah satu KUA di DKI Jakarta. Tampak nomor pencatatan, hari, bulan dan tahun peristiwa nikah/dokumen pribadi

Jika sekilas diterawang ada tanda air (water mark) berupa gambar Burung Garuda dan logo Kementerian Agama di setiap halaman buku nikah. 

Ada plastik laminating berhologram logo Kementerian Agama. Pada plastik laminating ini juga terdapat pita pengaman. Selain itu, pada halamam dalam buku nikah terlihat garis kuning dan biru saat dipapar oleh sinar warna biru.

Buku nikah bisa juga dicek memakai alat pendeteksi uang (money detector), dan jika dilihat akan muncul gambar Burung Garuda yang bentuknya kecil-kecil dan banyak.

Nama dan tanda tangan Menteri Agama yang sedang atau masih menjabat pada halaman pertama di kata sambutan Menteri Agama setelah kover buku nikah.

Cek Buku Nikah. Tampak segel berwaran abu-abu, bergambar burung garuda, nama dan tanda tangan Menteri Agama, sebagai salah satu pengaman dari pemalsuan/dokumen pribadi

Jika tercantum nama Menteri Agama yang lama, dan bukan yang sedang menjabat (seperti terlihat pada foto buku nikah di atas, masih tercantum nama Menteri Agama Pak Lukman Hakim Saifuddin), maka ini mungkin Kementerian Agama Pusat belum atau luput mencetak yang baru. 

Atau mungkin, persediaan buku nikah yang ada nama dan tanda tangan Menteri Agama yang lama masih banyak. Sehingga lebih baik dihabiskan dulu persediaan buku nikah yang ada.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here