#najwashihab. Gerombolan pembakar Halte Trans Jakarta ditelanjangi Narasi TV

0
91

Jakarta – Panjinasional.net – Demo besar menolak UU Cipta Kerja ( Omnibus Law ) 8 Oktober 2020 yang berlangsung di Jakarta lalu diwarnai aksi pembakaran halte bis trans jakarta.

Banyak kecaman pada peserta demo yang diduga merusak dan membakar salah satu fasilitas publik di jakarta tersebut.

Namun kemarin Narasi TV mempublish sebuah karya jurnalistik yang luar biasa menganalisa secara mendetail dengan judul ” 62 Menit operasi Pembakaran Halte Sarina “.

caption Narasi TV

Dengan menggabungkan video yang kami kumpulkan dari sumber terbuka, Tim Buka Mata Narasi menyusun kembali secara rinci, menit demi menit pembakaran Halte TransJakarta Sarinah pada 8 Oktober 2020. Hasil analisis kami menemukan bahwa para pelaku memang datang untuk membakar Halte TransJakarta dan memperburuk situasi aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

caption video Narasi TV

Pelaku mula-mula datang dari arah Jalan Sunda secara berkelompok saat aksi mulai panas di perempatan Sarinah. Mereka sempat berfoto-foto dan melakukan pengamatan. Secara terencana, para pelaku kemudian berpencar untuk membakar Halte TransJakarta.

Saat mahasiswa terlibat bentrokan dengan Polisi di perempatan Sarinah, para pelaku sibuk melakukan pengrusakan halte. Mereka lantas memanfaatkan momen itu untuk melakukan pengrusakan lebih masif dengan sengaja menyulut api di dalam halte.

Hanya butuh waktu satu jam bagi para pelaku untuk menyulut api dan membuat bara di Jalan MH Thamrin. Dan para pelaku bukan bagian dari mahasiswa atau buruh yang menjadi motor penggerak aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disetujui DPR dan Pemerintah dalam rapat paripurna pada 5 Oktober 2020.

Pada tayangan tersebut sangat detail analisa yang dibuat sehingga memperjelas teka-teki pembakar halte trans jakarta.

Pada video ini pun di jelaskan beberapa waktu lalu polisi telah menangkap terduga pembakaran namun saat di samakan dengan hasil analisa dalam video ini tidak satupun mirip pelaku sebenarnya.

Kadiv humas Polda Metro menjelaskan memang masih ada pelaku lain yang saat ini dalam pengejaran. **Yoe**

Simak tayangan lengkap video :

Narasi TV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here