Ugal-Ugalan Terobos Lintasan KA Dipidana atau Denda Rp750 Ribu

0
28
Manager Humas PT Kai Daop 8, Suprapto saat melakukan pengecekan kondisi rel diperlintasan KA Sidoarjo Lapindo

SURABAYA www.panjinasional.net – Pengguna jalan yang tidak mematuhi mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api (KA) bakal didenda. Hal itu dilakukan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di perlintasan KA.

“Sekali lagi saya ingatkan kepada para pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api akan dikenakan denda hingga Rp750.000,” kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, Selasa (6/10/2020), ditemui saat melakukan pengecekan kondisi rel di perlintasan KA Sidoarjo daerah dekat lumpur Lapindo.

Dirinya pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan disiplin mematuhi peraturan berlalulintas ketika melintas di perlintasan sebidang. 

Suprapto menjelaskan, aturan denda tersebut telah diatur di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angutan Jalan (LLAJ). “Untuk itu kami imbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berperilaku disiplin di perlintasan sebidang,” harapnya.

Ia juga mengatakan, denda sebesar 750 ribu rupiah terkait pelanggar lalu lintas perlintasan KA sejatinya telah tertuang dalam pasal 296.

“Pada pasal 296 berbunyi bahwa, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),” terangnya.

Tak hanya pasal 296, kata Suprapto, adapula pasal 114, yang dimana menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

Berkaca dari kesemua hal itu Suprapto menegaskan ketika sudah ada tanda-tanda mendekati perlintasan KA, setiap pengguna jalan diharuskan untuk mengurangi kecepatan dan berhenti.

“Jadi sebelum melewati perlintasan rel kereta api, alangkah baiknya tetap untuk menengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Jika ada kereta yang akan melintas, maka pengendara wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan aturan ini juga sesuai oleh UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api,” tutupnya.@gt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here