Diam-Diam, Disdik Sumenep Keluarkan Surat Donasi Sukarela Dana Covid- 19.?

0
311
Sekdis Dinas Pendidikan Sumenep Dr. Mohammad Saidi. (Panjinasional)

Mungkinkah Bantuan Pusat Dana Covid-19 Tak Pernah Turun Ke Sumenep? Sehingga Bupati Bagi-Bagi Masker Dll dari hasil Donasi?

Sumenep, www.panjinasional.net Diam-diam Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, sudah mengeluarkan Surat Perihal Donasi Sukarela dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid- 19?.

Berdasarkan data Surat yang dihimpun media ini, Surat tersebut ditandatangani Drs. Ec, Carto, MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Dan ditujukan kepada Koordinator Pengawas, Koordinator Pendidikan, Kepala Sekolah SD/SMP Negeri Se- Kabupaten Sumenep.

Sementara garis besar dari isi Surat Perihal Donasi Sukarela dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid- 19 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep berbunyi sebagai berikut.

Melalui Saudara untuk disampaikan kepada seluruh ASN yang ada dilingkungan Koordinator Kecamatan dan  Sekolah SD/SMP Negeri yang ada dilingkungan kerja Saudara, baik dalam jabatan pelaksana dan/atau dalam jabatan fungsional (Pengawas Sekolah, Penilik Kepala Sekolah, Guru, Penjaga Sekolah dan Pelaksana) untuk secara ikhlas menyumbangkan sebagian pengahasilan (DONASI SUKARELA) yang dikumpulkan kepada Koordinator Kecamatan dan Koordinator Pengawas Kecamatan (bagi yang tidak ada Koordinator Pendidikan) di Kecamatan Masing-Masing.

Dan selanjutnya hasil donasi yang terkumpul disetorkan oleh Koordinator kepada Sdr. Wakip, SE, (Kepala Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep), paling lambat tanggal 13 April 2020.

Namun saat dikonfirmasi terkait Surat tersebut diatas, Wakip, SE (Kepala Sub Bagian Perencanaan, Keuangan dan Barang Milik Daerah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep), menyampaikan supaya ke Sekdis.

“Anu bei ke pak Sekdis, kaule perak makompolagi (dengan bahasa madura), Kebijakan ada di Pak Sekdis,” ucapnya singkat melalui telpon selulernya, Rabu (13/05/2020) yang lalu.

Sementara Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Sumenep, Dr. Mohammad Saidi, menyampaikan bahwa, ini harus terbuka karena ini donasi dari lingkungan Diknas bukan dari luar, dari guru-guru.

Kemudian Saidi menjelaskan, dan di awal-awal Covid- 19 itu, kami mengelurkan memberi sumbangan ribuan malah, puluhan ribu masker di perbatasan perbatasan itu, dan dokumentasiya banyak. Kemudian Sembako kepada keluarga yang terdampak di sekitar Sekolah itu.

“Itu diserahkan langsung oleh Bupati, oleh Pak Kadis dan seterusnya itu,” kata Sekdis Pendidikan, Dr. Mohammad Saidi, saat dikonfirmasi diruang kerjanya. Selasa (20/10/2020).

Dikatakan, ada sisa memang sampai sekarang itu, memang di Kelompok Kerja Kepala sekolah (K3S-MKKS) itu disampaikan, gini-gini sisanya. ” Saya berkali kali bilang memang, ini amanah orang harus transparans,” ucapnya.

Jadi kata dia, sampai sekarang itu kita akan berikan sumbangan kepada guru yang meninggal karena Covid seperti di Ambunten contohnya. ” Suami istri meninggal karena Covid, satu guru SMP kemudian Istrinya, kemudian yang lain juga kan banyak itu kan, itu akan kita beri sumbangan,” ujarnya.

Saat ditanya dari dana donasi itu yang terkumpul dapat berapa dari guru-guru, menurutnya, kalau hitungannya lupa. ” Tapi ratusan juta, sekian ratus juta,” katanya.

Lebih lanjut Mantan Kabid Dikmen Dinas Pendidikan ini mengutarakan bahwa, peruntukannya memang untuk dana Covid, karena guru nyumbang itu untuk dana Covid. Tapi tidak semuanya ke Sekolah ya, tidak semuanya, juga ke masyarakat bukan berarti harus warga Sekolah.

“Masyarakat yang terdampak itu diberi sumbangan, dan itu juga Bupati yang nyerahkan, tapi tidak semua Bupati, diantaranya banyak Bupati yang untuk menyerahkan. Itu dari sini,” tuturnya.

Ia mengaku bahwa pertama itu kalau enggak salah beli 10.000 ribu masker harganya kalau tidak salah 2.500 atau berapa, masih kain itu lhe. 10.000 ribu pertama itu kemudian menyusul berapa ribu.

“Itu diperbatasan-perbatasan, warga Sekolah sendiri malah nggak dikasih itu, karena dianggap mampu kalau hanya beli masker,” ngakunya.

Lebih jauh Saidi mengatakan, kalau angka itu ada di Pak Wakip, ada lengkap di Pak Wakip angka itu. Dan kemaren sudah rapat ya, ada keputusan itu. Rapat bersama K3S dan MKKS kemudian Pengawas, itu rapat bahwa ini lho dana Covid seperti seperti ini. Ini untuk lingkungan internal Dinas Pendidikan.

“Sebelum itu nyumbang juga dikumpulkan di BKD. Jadi tidak semuanya disana. Kemudian orang Dinas sendiri nyumbang memang, dan sumbangan sukarela itu di BKD, yang ini punya Sekolah, sumbangan dari teman-teman sekolah itu,” kata Saidi.

Ditanya tapi secara tanda kutip apakah secara regulasi dibenarkan atau seperti apa? Menurut Saidi, orang nyumbang kok, nyumbang sukarela itu mana ada regulasinya dan ada juga yang nggak nyumbang. Ada yang nyumbang 150, ada yang 25 ada yang 20 itu. Karena kami punya banyak orang ye, kumpulnya sampai ratusan, dan transparan insyaAllah.

“Saya berkali kali bilang sama teman-teman ini amanah, amanah teman-teman guru yang sebagian memang sudah di BKD untuk daerah, yang sebagian kita kelola sendiri. Banyak kan, kapan itu sembako disini (Disdik.red), paket-paket sembako itu satupun teman-teman ndak mau menyentuh itu,” sambungnya.

“Ini memang jadi apa ya, bukan bola liar, bisik-bisik, ini, itu, ini, itu, ini, itu. Saya bilang harus lengkap Pak Wakip. Jadi Pak Wakip itu, kalau beli belanja memang seijin pimpinan sudah, ini, ini, terus kemana ada itu kesini kesini, dan ada dokumennya semua. Dan paling banyak insyaAllah ya kami OPD, yang paling banyak nyumbang ke masyarakat insyaAllah ya, paling banyak nyumbang masker dari kami,” tukasnya.

Jadi pada konteksnya terkait dengan surat permintaan donasi dari Dinas itu memang benar ada ya pak tanya Wartawan? Dirinya tidak menampik bahwa memang ada.

“Iya memang ada, memang dari sana, dari kalau ndak salah Sekda apa itu memang ada sumbangan untuk semua ASN. Cuma kita tidak semua disampaikan kesana, karena kalau sudah disampaikan ke BKD tidak semuanya turun, sementara kita ini punya banyak orang,” tukasnya.

Terkait dengan anggaran disini apakah ada recofusing waktu itu Pak? “Ada, iya, kita tidak ngungkit ngungkit di anggaran itu, kita tambe tadhek (tambah habis.red) anggarannya, jen” ucapnya.

Saat disinggung ini kan donasi sukarela yang kebetulan ada surat edaran dari Diknas Pendidikan kepada ASN di lingkungan Dinas Pendidikan. Dikatakan bahwa, sebagian disumbangkan di Korpri yang ngelola itu. “Dan sebagian kita kelola sendiri,” tutupnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here