Hak Garap Eks Pemilik Tanah Yang Dibebaskan Belum Dipenuhi: FORMATIF, Bentuk Penghianatan Terhadap Rakyat?

0
215
Foto: Moh. Fadal, Ketua FORMATIF Kabupaten Sumenep (Panjinasional)

Sumenep, www.panjinasional.net Belum adanya sikap tegas dari PT Garam (Persero) terkait dengan persoalan hak garap dari sebagian eks pemilik tanah yang dibebaskan pada tahun 1975 yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh PT Garam (Persero) terus mendapatkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

PT Garam (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang semestinya hadir untuk rakyat kini nampaknya mulai cenderung sebagai penghianat terhadap rakyat,” demikian dikatakan Ketua Forum Masyarakat Inspiratif (FORMATIF) Kabupaten Sumenep , Moh Fadal, saat berbincang-bincang dengan media panjinasional.net, Selasa (20/10/2020).

“Sikap PT Garam (Persero) yang sampai saat ini belum memenuhi keinginan para sebagian eks pemilik tanah yang dibebaskan oleh P. N.Garam pada tahun 1975 merupakan salah satu bentuk penghianatan terhadap rakyat,” tegas Moh.Fadal, Selasa (19/10)

Pasalnya, kata Fadal, hemat kami proyek modernisasi yang menjadi dasar pembebasan tanah milik rakyat sampai saat ini belum jelas keberadaannya.

“Setelah saya mengamati dari beberapa pemberitaan bisa dikatakan proyek modernisasi P. N. Garam sampai saat ini masih belum jelas keberadaannya. Karena belakangan ini muncul sebutan bahwa yang namanya proyek modernisasi tersebut enggak ada, enggak pernah disentuh,” terangnya.

Bahkan pihaknya juga menilai jika PT Garam (Persero) yang notabene merupakan Perusahaan milik Negara Inkosisten terhadap apa yang telah dituangkan dalam histori surat 1975 tersebut. 

“Aneh sekalas perusahaan negara kok Inkosisten, ada apa ini?,” ucap dia sambil bertanya.

Karena kata dia kalau melihat dari sisi lamanya persoalan ini nampaknya wajar kalau misalnya kami akan curiga dan menduga jika ada sesuatu yang tidak beres dalam persoalan ini. Sehingga perlu adanya langkah-langkah kongkret dari Pimpinan PT Garam (Persero) yang baru agar menjadi catatan sejarah.

“Agar PT GARAM memperioritaskan serta memberdayakan eks pemilik lahan, agar mereka tidak merasa di khianati dan masih punya rasa tanggung jawab memiliki hak pengelolaannya,” tukasnya.

Sebab, Sambung Fadal, masyarakat bisa berkontribusi secara penuh ke pemerintah melalui PT GARAM. Dengan demikian masyarakat menginginkan PT GARAM  kembali hidup dalam” masa keemasan ”  Sehingga bisa menopang perekonomian bagi masyarakat.

“Jadi saran kami secepatnya PT Garam (Persero) ini memenuhi hak garapnya bagi sebagian eks pemilik tanah yang dibebaskan pada tahun 1975 tersebut, biar tidak timbul persoalan baru,” pintanya.

Sekedar diketahui pada tahun 1975 P. N. Garam mengeluarkan Surat kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah P. N. Garam di Pamekasan.

Sementara salah satu poin isi dari surat tersebut berbunyi. Untuk memenuhi keinginan para pemilik tanah yang terkena proyek modernisasi P. N. Garam, diberitahukan sebagai berikut:

“Para pemilik tanah yang terkena proyek modernisasi P. N. Garam dan telah dialihkan haknya dengan jalan memberi ganti rugi, tetap diijinkan untuk menggarap tanah mereka selama pekerjaan proyek belum dimulai,” dikutip dari salah satu isi poin surat tersebut.

Selain itu pada tahun 1976 P. N. Garam juga mengeluarkan Surat Perihal Pemberitahuan Rencana Proyek Modernisasi P. N. Garam yang ditujukan kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah Proyek Modernisasi P. N. Garam di Pamekasan.

Sementara isi poin dari surat  menyebutkan sebagai berikut: Bersama ini diberitahukan dengan hormat bahwa sesuai dengan rencana pelaksanaan Proyek Modernisasi P. N.Garam, maka pada bulan April 1976 yang akan datang akan dimulai dilaksanakan:

1). Penutupan/membendung teluk gersik putih di tempat penyeberangan antara kaliaget timur dengan gersik putih yang ada pada saat ini. Dengan demikian dimaksud bahwa teluk itu nanti hanya digunakan untuk waduk penyimpanan air laut yang sudah tua.

2). Pembikinan tanggul pada sisi kanan dan kiri salauran air Buzem 1 dan II mulai dari pompa 1 (Pompa Sentral) yang terletak di pengaraman palebunan sampai dengan Pompa II di pengaraman Nambakor. Dengan ini dimaksud Air laut yang masuk ke pengaraman hanya di atur melalui pompa2 tersebut.

3). Pembikinan tanggul ditepi kali saroka mulai dari Afdeling D Pengaraman palebunan sampai dengan Afdeling C Pengaraman Nambakor. Termasuk muara sungai Lembung. Dengan ini dimaksudkan agar konsentrasi air di pengaraman sekitar tempat tersebut tidak terganggu oleh air sungai.

4). Demikian untuk menjadi maklum dan kami mohon bantuan Saudara dapatlah kiranya hal tersebut memberitahukan kepada masyarakat yang bersangkutan.

Namun belakangan yang namanya proyek modernisasi tersebut mulai disebut enggak ada, enggak pernah disentuh. Kendati demikian hak garap dari sebagian orang eks pemilik tanah yang mempunyai histori surat 1975 sampai saat ini tidak dipenuhi oleh PT. Garam (Persero).

Kendati demikian pihak PT. Garam (Persero) saat awak media panjinasional.net mencoba meminta tanggapan terkait dengan proyek modernisasi P. N.Garam yang disebut enggak ada dan enggak pernah disentuh melalui Humas PT. Garam (Persero) Miftah melalui pesan WhatsApp nya tidak dibalas kendati terlihat tanda notivikasi dibaca.

Bahkan belakangan Pihak PT. Garam (Persero) nampaknya mulai terkesan enggan untuk memberikan tanggapan secara detail terhadap beberapa pemberitaan yang telah ditayangkan oleh media panjinasional.net,

Kendati sebelumnya Humas PT Garam (Persero) berjanji akan memberikan tanggapan secara tertulis dan akan dikirim melalui pesan WhatsApp.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here