Bermunculan Prostitusi Di Kota Santri. Polres Gresik: 6 PSK Belia Asal Cirebon

0
280
Ilustrasi

GRESIK, www.panjinasional.net – Maraknya praktek prostitusi di kabupaten Gresik belakangan ini membuat predikat kota Santri atau Kota Wali yang di sandang sedikit tercemar. Bagaimana tidak, sebutan kota santri mempunyai persepsi sebuah kota yang sangat religius berdasarkan syariat Islam.

Namun perkembangan dan kemajuan tehnologi serta bermunculannya hotel – hotel dan pusat perbelanjaan serta cafe –cafe yang bermunculan menjadikan tempat tersebut sebagai sarana dalam mencari dan mendapatkan mangsa bagi para pemuas nafsu laki-laki hidung belang.

Berbagai cara mereka lakukan dalam menjalankan aksinya, apalagi didukung oleh adanya tehnologi yang ada. Bisa melalui aplikasi android, media sosial baik Facebook, tweeter, whatsapp, michat dan lainnya.

Para wanita penyaji kepuasan sex ini beroperasi dengan memanfaatkan HP Androidnya, dengan memasang foto seksi dan testimoni kepuasan pria hidung belang yang telah memakai jasanya. Sehingga seakan – akan tamu yang telah dilayaninya merasa terpuaskan.

Tarif untuk sekali kencan Short time yang mereka patok sangat berfariatif, mulai 300 ribu hingga jutaan rupiah hanya untuk kencan 1-2 jam. Tak jarang merek juga memakai jasa agency dalam mencari pelanggan.

Mereka stay di hotel – hotel yang ada di gresik, dari pantauan panjinasional terkadang mereka stay di gresik bisa hingga satu bulan. Tak jarang mereka berpindah –pindah hotel dalam kurun waktu tertentu untuk mengelabui petugas hotel atau security agar tidak terlihat sering berganti – ganti terima tamu .

Praktek prostitusi online seperti ini memang tidak muda menertibkannya, terkadang mereka minta DP atau tanda jadi melalui tranfer rekening. Ada pula yang memberlakukan sistim Cash On Delivery (COD). Namun tidak jarang juga Pria pencari kepuasan sex itu tertipu setelah membayar DP, karena ternyata setelah di tranfers akunnya di blokir.

Beberapa Hotel yang banyak kita jumpai keberadaan para PSK online melalui aplikasi michat diantaranya hotel yang berada di Jl. Panglima sudirman, hotel di dekat pelabuhan, hotel di jl arif rahman hakim, hotel di Gresmall dan di Yosowilangun GKB.

Pihak berwajib maupun satpol PP Kabupaten Gresik sangat jarang atau hampir tidak pernah melkukan Razia di Hotel – hotel yang ada di kabupaten Gresik. Yang sering di razia hanya empat –tempat Kos yang disinyalir digunakan oleh pasangan yang belum resmi menikah.

POLRES Gresik Gerebek Lokalisasi    

Tidak dipungkiri, ternyata bisnis lendir, atau esek – esek ini sangat menjanjikan, terbukti seorang mucikari berinisial JRA yang masih berusia 19 tahun warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik  berani mendatangkan para PSK muda dari jawa barat yang cantik –cantik untuk dijajaan di salah satu lokalisasi kawasan Samaleak, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik

Namun belum lama bisnis lendirnya dijalankan, akhirnya  (13/10/2020) lokalisasi tersebut digerebek petugas Satreskrim Polres Gresik. Dalam penggerebekan tersebut  6 PSK seharga Rp 150 ribuan sekali kencan berhasil diamankan polisi.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat menginterogasi tersangka JRA beserta 6 PSK yang berjajar di belakang.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat menginterogasi tersangka JRA beserta 6 PSK yang berjajar di belakang.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Febriyanto Prayoga menjelaskan, pihaknya telah menetapkan JRA sebagai tersangka karena terbukti menyediakan wanita penghibur yang bisa diajak kencan.

“Tersangka mucikari ini juga menyediakan kamar di belakang warung bagi tamu yang ingin berbuat asusila dengan PSK di sana. Tarif sekali kencan rata-rata Rp 150 ribuan,” ujar Arief Fitrianto, (13/10/2020).

Dalam praktek prostitusi ini, lanjut Arief, tersangka JRA meminta bagian Rp 50 ribu untuk sewa kamar. Tak hanya itu, JRA juga meminta fee dari para PSK telah mendapat tamu kencan.

“Barang bukti yang kami amankan antara lain, buku rekapan tamu, uang tunai Rp 400 ribu, dua kain seprai, satu buah minyak gel, tisu bekas pakai, dan satu potong celana dalam dan bra,” ungkap Arief.

Atas perbuatan ini tersangka akan dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP tentang tindak pidana prostitusi. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kepada awak media, JRA mengaku dalam merekrut para PSK ini dia sengaja mendatangkan wanita muda dari Cirebon, Jawa Barat. Dengan kisaran usia antara 18 hingga 29 tahun.   

“Tarif paling tinggi sebenarnya Rp 250 ribu sekali kencan. Tapi rata-rata tarifnya Rp 150 ribuan. Mereka semua kita datangkan dari Cirebon,” ucapnya sambil menundukkan kepala.

Sementara Ketua MUI KH, Mansyur Shodiq merasa prihatin dengan masih beroperasinya tempat atau lokalisasi tersebut. Dia berharap Pemerintah kabupaten gresik untuk menutup total tempat itu agar tidak digunakan agi sebagai tempat maksiat.

“Tempat Prostitusi di samaleak itu sudah lama, namun pemkab gresik hingga kini belum menutupnya. Harapan saya pemerintah bisa mengambil sikap agar ditutup tidak beroperasi. Ha itu sudah saya sampaikan, harapan saya petugas secara kontinyu melakukan razia di tempat tempat tersebut. “ kata Ketua MUI KH Mansyur.

“ perbuatan prostitusi itu merupakan perbuatan maksiat dan sangat mencederai  marwah gresik sebagai kota santri dan kota wali olrh karena itu tutup saja secara total” pungkas KH Mansyur Shodiq saat dikonfirmasi melalui Phonselnya (18/10/2020)(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here