Hanya Sidoarjo yang Terima Tuntutan Pendemo, Dan Cabut Omnibus Law

0
77

Sidoarjo. www.panjinasional.net – Demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law masih disuarakan, ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ngelurug kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis (08/10/2020) sejak pagi.

Aksi penolakan dan pembatalan disahkannya UU Omnibus Law tersebut diterima baik oleh anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar. Anggota Fraksi Partai Demokrat langsung menyatakan menerima tuntutan para pengunjuk rasa dan menyatakan Menolak disahkannya UU Omnibus Low oleh DPR-RI Senin 5 oktober 2020 lalu.

Cabut Omnibus Law!. Sebagai Legislator, saya kawal !!,” ucap Zahlul diatas kendaraan komando aksi yang kemudian disambut gemuruh suara demonstran.

Zahlul mengatakan, “Masih ada jalan untuk berjuang membatalkan UU Omnibus Law. Kami sangat yakin, negara kita negara hukum, negara konstitusi. Masih ada ruang untuk kita berjuang sama-sama dalam rangka membatalkan UU ini,” Ujar Zahlul dalam menguatkan tuntutan masa aksi.

Zahlul menambahkan, Partai Demokrat membutuhkan pandangan-pandangan masyarakat dalam peserta aksi untuk disampaikan di tingkat pusat yang juga merupakan pendapat yang sama dari sisi menyikapinya. Anggota DPRD muda ini dengan berani naik ke atas mobil komando pserta aksi.

Sekedar diketahui, unjuk rasa oleh Mahasiswa UMSIDA kali ini diwarnai sedikit kericuhan, pintu gerbang kantor DPRD Sidoarjo mengalami kerusakan, massa aksi menuntut agar pengesahan UU Omnibus Law dibatalkan.

M Dede Korlap aksi menyatakan kekecewaan terhadap DPR-RI maupun Daerah yang dianggap memiki hak angket namun tidak menguatkan aspirasi masyarakat yang ada di daerah.

“Kita sudah kecewa dengan DPR-RI, dan DPRD tidak bisa menguatkan aspirasi yang ada di daerah, sedangkan DPRD masih mempunyai hak interpelasi, hak menyampaikan pendapat maupun hak angket yang melihat kultur,” ujar dede dalam orasinya.**tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here