BKPSDM Sumenep, Gelar Sosialisasi Penilaian Kompetensi Bagi Pejabat Administrator

0
56
Keterangan Foto: Kanan, Dr. Suharjono, Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Sumenenep saat memberikan pembekalan kepada peserta yang akan mengikuti penilian Assesment Kompetensi, Kamis (1/10/2020) malam (Panjinasional)

Surabaya, www.panjinasional.net – Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, menggelar kegiatan Sosialisasi Penilaian Kompetensi Bagi Pejabat Administrator Menuju Pengisian Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang berkualitas di Lingkungan Pemerintah (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pantuan awak media panjinasional.net di lokasi, kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Swiss Bellin Manyar Surabaya tersebut menerapkan physical distrancing, dan protokol kesehatan. Kamis 01 Oktober 2020. 

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka untuk memberikan pembekalan kepada peserta yang akan mengikuti kegiatan Assesment kompetensi pada hari ini Juma’t 02 Oktober 2020 di Gedung Assesment Center Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa timur.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi, Dr, Suharjono, menyampaikan bahwa kegiatan uji kompetensi saat ini merupakan tahap akhir.

“Baru saja kita lakukan sosialisasi atau pembekalan kepada peserta, agar peserta besok lebih paham apa yang akan mereka kerjakan,” terang Dr. Suharjono Kamis (01/10) malam.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, kemudian hal-hal apa saja yang harus dijalani, mulai background reviau analisis kasus satu, dua sampai tiga. Kemudian disana juga ada pesiko test, ada wawancara yang merupakan fix back dari apa yang mereka lakukan. Ketika sedang melakukan backgroun reviau dan analisis kasus satu, dua hingga tiga.

“Setelah itu, juga ada wawancara kedua yaitu adalah wawancara mengenai apa yang telah peserta buat pada porto volio yang sebelumnya sudah disodorkan oleh panitia,” tukasnya.

Kemudian disamping itu lanjut dia, juga ada suatu diskusi kelompok terdiri dari enam hingga tujuh peserta yang membahas suatu masalah juga. Itu merupakan suatu penilaian masing-masing. Kemudian di integrasikan menjadi satu kesimpulan yang nanti itu diarahkan kira-kira kompetensinya itu dimana.

“Nah nanti dari hasil penilaian uji kompetensi itu merupakan bahan bagi kami untuk melakukan pemetaan, penempatan bahkan juga promosi bagi para peserta nanti kedepan seperti itu,” pungkasnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here