Diduga Limbah Cair di Selokan Sengaja Dibuang PT Jebecoco Gresik

0
122

GRESIK, www.panjinasional.net – Sebuah saluran air di jalan raya Manyar KM.25 kabupaten Gresik penuh dengan cairan yang berwarna kecoklatan dan menimbulkan bau yang menyengat yang diduga berasal dari PT Jebecoco.
Keberadaan limbah tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dan aparat kepolisian oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) Front Pembela Suara Rakyat (FPSR).
Namun hingga kini laporan yang disampaikan secara tertulis pada pertengahan Agustus 2020 lalu belum mendapat tanggapan. “Sampai saat ini DLH Gresik belum melakukan tindakan,” ujar Aris Gunawan, Ketua FPRS Gresik, Kamis (1/10/2020).


Ada dugaan jika limbah cair itu yang disinyalir jenis B3, sisa produksi dari PT Jebecoco. Selain mencemari lingkungan. Juga menimbulkan bau tak sedap yang meresahkan masyarakat karena khawatir meresap ke sumur warga.
“Saat kami temukan di lokasi baunya sangat menyengat. Jika menyerap ke sumur warga akan membahayakan,” imbuhnya.
Adanya temuan limbah tersebut Pihaknya berharap, DLH Gresik melakukan tindakan terhadap perusahaan yang diduga sengaja membuang limbah sisa produksi tersebut.
” Kami berharap DLH turun dan memeriksa keberadaan limbah pabrik tersebut karena bisa mencemari lingkungan apalagi jika masuk meresap ke sumur warga,” imbuhnya.


Untuk diketahui, pembuangan limbah itu bertentangan dengan UU Nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup. Peraturan pemerintan (PP) No 27/2012 tentang ijin lingkungan dan PP No 101/2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Sementara itu executive General Affair PT Jebecoco, Ditya Rahmawati saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa apa yang dilaporkan lembaga swadaya masyarakat itu tidak benar, “itu tidak benar mas, bisa jadi itu sumbernya dari luar bukan dari pabrik kita” ujar Ditya melalui komunikasi WhatsApp.


Ditya juga mengaku kalau pihaknya sudah dikonfirmasi oleh DLH Kab Gresik terkait pelaporan dugaan adanya pembuangan limbah cair. “Beberapa waktu lalu kami ditelpon DLH terkait itu dan sudah kami jelaskan” tutup Ditya.(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here