Bareskrim Panggil Saksi, Kasus Tanah JIIPE Gresik H. Syaiful SPDP, Nasib Satu Paslon Diujung Resah

0
1686

Panjinasional. Jakarta – Mabes Polri terus mendalami kasus dugaan penguasaan tanah warga yang dijual kepada Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dalam kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan di Direktorat Tindak Pidana Umum,

Untuk menindaklanjuti kasus ini, Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri mulai memanggil Satu saksi yang dipanggil adalah Legal BKMS (PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera) wanita berinisial MNS atau Marlyta Nevi Sukmawarti yang menyatakan dia berprofesi sebagai karyawan swasta.

Ilustrasi

Wanita yang berdomisili di kawasan Menanggal Utara, Kota Surabaya ini, dipanggil sebagai saksi pada Kamis, 24 September 2020 pukul 11.00 WIB lalu, di Gedung Awaloedin Djamin Lantai 4 Sudit II Direktorat Tindak Pidana Umum.

“Untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan tindak pidana,” demikian kutipan surat panggilan dengan nomor S.Pgl/1916/IX/2020/Dittipidum dan ditandatangani oleh Kombespol Dicky Patria Negara selaku Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Mabes Polri, yang didapatkan Media Panjinasional, Rabu 30 September 2020.

Marlyta Nevi Sukmawarti diperiksa sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau penggelapan hak atas benda tidak bergerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP dan atau pasal 385 KUHP, yang diduga dilakukan oleh H Saiful Arif, dkk, yang terjadi bulan Juli 2012 di kantor Notaris/PPAT Badrus Saleh, S.H, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pemanggilan saksi ini sebagai tindaklanjut dari laporan Tri Sutrisna Wiranata, S.H, dengan nomor LP/364/IV/2019/Bareskrim, tanggal 8 April 2019. Setelah itu, Mabes Polri mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan nomor SP.Sidik/972.2a/IX/2020/Dittipidum, tanggal 3 September 2020.

Kasus ini sebelumnya pernah dibahas Anggota Komisi III DPR RI dari F-PDIP, Arteria Dahlan, saat Rapat Kerja dengan Kapolri, Jenderal Idhal Aziz dan jajarannya.

Pada Pertemuan Rapat Kerja Jajaran Petinggi Polri dengan Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan mengungkapkan bahwa Subdit II Dittipidum Bareskrim Polri menerima pengaduan dari One Ardiansyah R.S.H., dan Arip Imawan S.H.selaku Kuasa Hukum H Muslikan sebagai pemilik dari bidang tanah seluas 150 hektar di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Awalnya bidang tanah tersebut terikat dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dengan pembeli Bambang. Tetapi PPJB itu dibatalkan secara sepihak. Kemudian dibuat PPJB baru dengan pihak lain, yaitu dr Asluchul Alif tetapi juga dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Gresik.

Dalam pengikatan jual beli tersebut, H Muslikan hanya menerima sebagian dari pembayaran yang ditentukan, tetapi kemudian seluruh bidang tanah tersebut dikuasai PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).

Dalam Rapat Kerja itu, Arteria Dahlan mendesak Kaporli agar kasus tanah di Kecamatan Manyar ini harus dibongkar dan diusut tuntas.

“Dengan alasan peruntukkan tanah untuk proyek strategis nasional, namun tanah rakyat dirampas. Saya tahu siapa itu H Syaiful Arif itu orang dibelakang Bupati Gresik, dan perkara ini sudah di Mabes Polri,” ujar Arteria Dahlan. Termasuk Dr Asluchul Alif adik Syaiful yang saat ini menjadi Kontestan sebagai Calon Wakil Bupati Gresik 2020.

Sedangkan pihak Bareskrim sudah dua kali memanggil H Syaiful Arif tidak hadir maka pihak Bareskrim akhirnya menerbitkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) terhadap H Syaiful Arif dkk yang bisa mengarah sebagai Tersangka.

Akankah Proses hukum Kasus JIIPE ini berlanjut? Termasuk salah satu Paslon Pilkada Gresik dalam lingkarannya menjadi Resah?…(tim*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here