Pilwakot Semarang Tetap Utamakan Protokol Kesehatan

0
101
Pilwakot Semarang Tetap Utamakan Protokol Kesehatan

Semarang. www.panjinasional.net – Ketua PPK Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang M Sahli menegaskan rangkaian pilwakot 2020 memiliki kekhususan tersendiri karena terselenggara di tengah-tengah maraknya pandemi covid 19. Penyelenggaraan pilwakot Semarang merupakan program nasional yang dikemas dalam istilah pemilukada serentak tahun 2020.

“Berbagai ketentuan dan tahapan telah kami jalani termasuk sosialisasi ke tokoh-tokoh masyarakat,” kata Sahli dalam acara Sosialisasi Pilwakot 2020 di Aula Kantor Kecamatan Ngaliyan, Selasa 29 September 2020 malam.

Hadir dalam acara sosialisasi unsur Muspika Kecamatan Ngaliyan (Koramil dan Polsek) yang dipandegani Camat Agus Priharwanto. Juga hadir para Lurah, PKK, FKK dan LPMK serta Panwaslu Kecamatan Ngaliyan.

Sahli mengakui adanya isu yang berkembang seputar rentanitas masyarakat jika pilwakot tetap dilaksanakan di tengah pandemi covid 19.  Sebagai penyelenggara di tingkat kecamatan, pihaknya sudah mengantisipasi sesuai arahan dan kebijakan pusat.

“Masyarakat tidak usah kawatir karena penyelenggara tetap melaksanakan protokol kesehatan secara maksimal,” jelas Rosyidi Divisi Sosialisasi PPK Kecamatan Ngaliyan.

Rosyidi menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pemilihan itu nantinya seluruh penyelenggara tetap mematuhi protokol kesehatan termasuk menggunakan alat pelindung diri (APD). Petugas penyelenggara pilwakot juga di rapid test/swab agar tidak memunculkan klaster-klaster baru.

“Bagi pemilih, juga mendapat perhatian khusus dari penyelenggara. Selain tersedia masker bagi yang kelupaan membawa, penyelenggara juga mengatur ketat keluar masuknya pemilih ke dalam TPS,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, semua alat perlengkapan pemungutan suara juga disemprot disenfiktan secara berkala. Tintanya pun, lanjutnya, tidak langsung dicelupkan seperti yang sudah-sudah, melainkan dengan cara meneteskan tinta ke jari pemilih. Jadi tidak bersentuhan langsung antara satu dengan lainnya. “Karena itu kami berharap agar masyarakat pemilih tetap mendatangi TPS untuk ikut pesta demokrasi menentukan pemilihan siapa yang dipercaya menjadi walikota dan wakil walikota Semarang periode mendatang,” katanya sambil menjelaskan ada 297 TPS untuk 97.654 pemilih di Kecamatan Ngaliyan hingga saat ini. (Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − eight =