DKPP Kab.Madiun Gelar Penyuluhan Ketahanan Pangan Keluarga Untuk Menekan Angka Stunting

0
98

Panjinasional. Madiun – Menyikapi situasi dan kondisi saat ini terkait peningkatan stok ketahanan pangan di wilayah Kab.Madiun, Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Kab.Madiun (DKPP) dibawah Kadin Drh Lilin Aniesa Syarifah mendorong upaya peningkatan pengelolaan produk pangan lokal yang beraneka ragam untuk peningkatan pemenuhan nilai nutrisi gizi bagi keluarga.

Menurut Kabid.Hj Rochan Aryonah,SP.MSi bahwa ada beberapa wilayah kecamatan khususnya Kec.Gemarang diindikasi angka stunting nya cukup tinggi. Angka stunting ini terjadi disebabkan antara pertumbuhan fisik anak dan usianya tidak seimbang alias gagal tumbuh. Hal ini menurutnya, stunting disebabkan kurang terpenuhinya asupan nutrisi gizi buat keluarga.(23/9/2020).Untuk itu Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Kab.Madiun mendorong masyarakat untuk mencari dan memberdayakan produk lokal seperti pembudidayaan tanaman talas sebagai makanan alternatif hasil disversifikasi makanan untuk memenuhi nutrisi gisi bagi keluarga.

Untuk menyiasati permasalahan ketahanan pangan ini terkait menekan angka terjadinya Stunting, pihak Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Kab.Madiun berinisiatif menggandeng kerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan Kab.Madiun dan Dinas Pertanian Dan Perikanan Kab.Madiun.

Dalam sesi penyuluhan Dhevi Aprilia Marsha,SP dari Dinas Pertanian Dan Perikanan Kab.Madiun menekankan bahwa tanaman talas itu ternyata memiliki kandungan nilai gisi yang cukup tinggi baik unsur karbohidrat, vitamin, mineral dan proteinnya.

Jadi tanaman talas layak dijadikan sebagai sumber alternatif tanaman pangan yang murah karena dapat diolah menjadi beraneka ragam makanan olahan yang sesuai dengan prinsip B2SA yaitu Beragam,Bergizi,Sehat dan Aman bagi keluarga. Dari Narasumber Dinas Pertanian dan Perikanan Kab.Madiun memberikan materi tentang : “Budidaya Dan Penanganan Pasca Panen Talas Untuk Pemenuhan Pangan Keluarga”

Didalam paparan materi dijelaskan tentang:Apa itu talas ?Apa saja kandungan gizi nya? Jenis-jenis talas? Bagaimana cara membudidayakan talas?Dan Bagaimana penanganan pasca panennya? Selanjutnya disesi terakhir dipaparkan materi dari Dinas Kesehatan Kab.Madiun oleh Yayuk Sri Rahayu,S.ST dengan menjelaskan manfaat talas di bidang kesehatan yaitu: Sebagai sumber energi, Baik Untuk pencernaan,sehat untuk jantung, membantu tekanan darah, meningkatkan sistem imun tubuh,dan Anti Aging.

Adapun menurut Yayuk bahwa kandungan gizi talas cukup bagus karena ada beberapa zat yang baik dibutuhkan oleh tubuh kita antara lain: Karbohidrat mencapai 77,9%,Amilopektin tinggi, Protein relatif lebih tinggi daripada singkong dan umbi jalar. Setiap 100 gr mengandung 1,9 gr protein, sedangkan singkong mengandung 1,2 gr dan ubi jalar hanya 1,8 gr protein, Selain protein, talas juga mengandung vitamin dan mineral esensial.Kepada peserta yang hadir,Yayuk berpesan supaya mulai saat ini berupaya untuk menanam dan membudidayakan tanaman talas sebagai menu makanan alternatif yang murah dan memenuhi unsur B2SA disaat wabah pandemi covid19 yang belum reda hingga saat ini untuk disajikan sebagai sarana pemenuhan gizi bagi keluarga.

Dengan memperhatikan jumlah asupan gizi yang sesuai dengan prinsip B2SA maka akan dapat mencegah terjadinya”Stunting” dimana pertumbuhan tidak sesuai dengan usianya.Menurut Yayuk bahwa Stunting dapat dicegah sedini mungkin sejak usia janin terbentuk dalam kandungan.Maka dari itu pemenuhan gizi yang sesuai dengan prinsip B2SA harus diupayakan dan tidak harus dengan biaya yang mahal. 

Diakhir kegiatan penyuluhan ini, pihak dinas DKPP Kab.Madiun memberikan bantuan pangan gratis bagi para peserta dan membekali wawasan untuk menanam talas sebagai menu makanan alternatif yang mudah didapat dan dibudidayakan walaupun ditempat yang terbatas.(Warti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here