Berkedok Proyek Modernisasi, 35 Lebih Eks Pemilik Tanah Tidak Dipenuhi Hak Garapnya?

0
135

Sumenep, www.panjinasional.net Persoalan hak garap antara eks pemilik tanah/lahan dengan PT. Garam (Persero) yang sampai saat ada 35 orang lebih eks pemilik tanah yang hak garapnya tidak dipenuhi oleh PT. Garam (Persero), terus mencuat kepermukaan publik.

Karena selain P. N. Garam mengeluarkan histori surat nomor: 1222 tertanggal 29 Oktober 1975 yang bersifat segera, perihal Tanah Proyek Modernisasi P. N. Garam. Data terbaru yang dihimpun media panjinasional.net., P. N. Garam juga mengeluarkan surat dengan nomor 30 tertanggal 18 Januari 1976. Surat Kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah Proyek Modernisasi P. N. Garam di Pamekasan tersebut juga bersifat segara perihal Penutupan teluk dan pembikinan tanggul.

Histori surat dari P. N. Garam yang bernomor 30 tertanggal 18 Januari 1976. Kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah Proyek Modernisasi P. N. Garam di Pamekasan tersebut menyebutkan sebagai berikut:

Bersama ini diberitahukan dengan hormat bahwa sesuai dengan rencana pelaksanaan Proyek Modernisasi P. N. Garam maka pada bulan April 1976 yang akan datang akan dimulai dilaksanakan:

1. Penutupan/membendung teluk gersik putih di tempat penyeberangan antara kaliaget timur dengan gersik putih yang ada pada saat ini. Dengan demikian dimaksud bahwa teluk itu nanti hanya digunakan untuk waduk penyimpanan air laut yang sudah tua.

2. Pembikinan tanggul pada sisi kanan dan kiri salauran air Buzem 1 dan II mulai dari pompa 1 (Pompa Sentral) yang terletak di pengaraman palebunan sampai dengan Pompa II di pengaraman Nambakor. Dengan ini dimaksud Air laut yang masuk ke pengaraman hanya di atur melalui pompa2 tersebut.

3. Pembikinan tanggul ditepi kali saroka mulai dari Afdeling D Pengaraman palebunan sampai dengan Afdeling C Pengaraman Nambakor. Termasuk muara sungai Lembung. Dengan ini dimaksudkan agar konsentrasi air di penggaraman sekitar tempat tersebut tidak terganggu oleh air sungai.

4. Demikian untuk menjadi maklum dan kami mohon bantuan Saudara dapatlah kiranya hal tersebut memberitahukan kepada masyarakat yang bersangkutan.

Namun ironisnya sebelumnya yang namanya proyek modernisasi tersebut disebut-sebut mulai enggak ada, enggak pernah disentuh.

Hal ini sontak saja mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan publik, salah satunya datang dari Pemerhati Kebijakan Publik sebut saja Herman Wahyudi, SH.

Kerana menurut Herman, kalau misalnya yang namanya proyek modernisasi P. N. Garam tersebut benar-benar enggak ada dan enggak pernah disentuh, patut diduga proyek modernisasi P. N. Garam tersebut kala itu, hanya dijadikan kedok untuk menguasai eks tanah milik petani garam rakyat kala itu. Sebab dengan alasan proyek modernisasi P. N. Garam tersebut tanah rakyat dibebaskan.

“Akibat dari proyek modernisasi P. N. Garam itu ada 35 orang lebih para eks pemilik tanah yang sampai sekarang hak garapnya tidak dipenuhi oleh PT. Garam (Persero),” tegas Herman Wahyudi, SH, yang juga merupakan putra daerah Karanganyar Kecamatan Kaleaget, Juma’t (25/09).

Memang terang Herman, kala dibebaskan para eks pemilik tanah yang saat ini telah menjadi anggota Yayasan Petani Garam Rakyat (YPGR) Al-Jihad, diberi ganti rugi. Namun dalam histori surat 1222 tertanggal 29 Oktober 1975 tersebut menyebutkan para pemilik tanah yang terkena proyek modernisasi P. N. Garam dan telah dialihkan haknya dengan jalan memberi ganti rugi, tetap diijinkan untuk menggarap tanah mereka selama pekerjaan proyek belum dimulai.

“Jadi kalau misalnya yang namanya proyek modernisasi P. N. Garam itu enggak ada enngak pernah disentuh, maka hemat kami tidak alasan lagi bagi PT. Garam (Persero) untuk tidak memenuhi hak garapnya ke 35 orang lebih para eks pemilik tanah yang dibebaskan tersebut,” tukasnya.

Sayangnya sebelumnya saat awak media panjinasional.net mencoba meminta tanggapan terkait dengan proyek modernisasi P. N. Garam yang disebut engak ada dan engak pernah disentuh melalui Humas PT. Garam (Persero) Bapak Miftah melalui pesan WhatsApp nya tidak dibalas kendati terlihat tanda notivikasi dibaca.@Qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here