Viral.. Gerakan Sholat di Medsos. 4 Pemuda Minta Maaf

0
137

Sampang Panjinasional.net – Sempat viral di media sosial atas perlakuan yang dilakukan 4 pemuda  di bawah umur dengan melakukan gerakan Sholat yang di lakukan tak sewajarnya.

Polres sampang telah mengamankan 4 pemuda yang melakukan perbuatan tak mestinya di lakukan dan dinilai sangat meresahkan dan mengundang kontroversi dikalangan publik.

Dari hasil investigasi kegiatan yang di lakukan 4 pemuda tidak ada maksud penodaan terhadap agama, berdasarkan pernyataan mereka, akan melakukan pernyataan Maaf di depan Publik dan tidak akan mengulangi lagi.

Sanksi yang di berikan pada mereka akan dikenakan untuk membersihkan masjid masing masing, serta dalam pengawasan kepala desa atau orang tua selama satu bulan. kepala desa harus melakukan laporan tersebut tiap hari bila mana hal tersebut tidak di lakukan tentunya ada sangsi lain. tutur Kapolres AKBP  Abdul Hafidz saat konferensi pers.

4 pelaku asli warga kecamatan robetal dan merupakan warga desa Gunung rancak 3 orang, dan desa lepelle 1 orang. Inisial dari ke empat pelaku MS, Al, AG, ZA. minggu 20/9/20.

Di konfirmasi Juhar selaku  kepala desa Nung rancak dan H.Obet Kepala Desa Lepelle,  Saat mengawal Warganya berada di Mapolres Sampang menyampaikan ketika menimpa warganya waktu ulah yang di lakukan sudah viral malam harinya di panggil di buatkan pernyataan agar opininya tidak semakin melebar.

Kejadian hari senin tanggal 14 video viral tanggal 15 dan malamnya gerak cepat kita panggil semua yang melakukannya.

Kejadian kegiatan itu di mushollanya masyarakat, alasan mereka melakukan itu merasa dirinya di bawah umur, mereka menganggap tidak akan berdampak seperti ini dan dirinya menganggap bercanda

Kontrol terkait sanksi lokal yang diberikan terhadap empat pelaku, mereka akan diberikan sangsi untuk membersihkan tempat ibadah terdekat nanti kita kontrol juga memanfaatkan orang tuanya dan juga kepala dusun mereka tinggal memantau apakah melakukan kegiatan membersihkan.

Untuk laporan kita lakukan secara visual kirim WhatsApp kepada pihak penegak hukum polisi, jadi intinya tiap hari ada kegiatan pembersihan jadi mereka melakukan sampai 30 hari.

Sasaran sanksi yang di lakukan warga desa lepelle sangsi membersihkan  pondok pesantren Miftahul Ulum almarhum KH Matruki. Sedangkan pelaku dari Desa Gunung rancak di bagi dua pondok pesantren KH.Abdul Hami.

Pesan dari kepala minyakapi kejadian ini berharap kepada masyarakat terutama generasi muda bijaklah menggunakan media sosial, kemajuan teknologi harus betul betul kita saring, jangan hanya keteledoran jemari kita mendapatkan dampak yang sangat luar biasa, artinya berdampak sosial seperti ini kemudian ada pidana yang menanti jadi bijaklah dan berhati hati dalam menggunakan media sosial.( San /mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here