Waduh…! 35 Orang Lebih Ex Pemilik Tanah/Lahan Garam di Sumenep Hak Garapnya Tidak Dipenuhi

0
134
Ainul Iksan saat menunjukkan surat 1222 Tahun 1975 yang dikeluarkan P. N. Garam. (Panjinasional)

Sumenep, www.panjinasional.net – PN. Garam yang saat ini telah berganti nama menjadi PT. Garam (Persero) pada tahun 1975 silam mengeluarkan surat kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah P. N. Garam di Pamekasan.

Surat bernomor 1222 tertanggal 29 Oktober 1975 tersebut bersifat segera perihal Tanah Proyek Modernisasi PN. Garam. Poin dari surat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Finek “R. Moh. Tayib” tersebut berbunyi sebagai berikut:

Untuk memenuhi keinginan para pemilik tanah yang terkena proyek modernisasi P. N. Garam, diberitahukan sebagai berikut:

1). Para pemilik tanah yang terkena proyek modernisasi PN. Garam dan telah dialihkan haknya dengan jalan memberi ganti rugi, tetap diijinkan untuk menggarap tanah mereka selama pekerjaan proyek belum dimulai. 2). Bagi yang melakukan penggarapan, tidak diberi ganti rugi apabila tanah tersebut ditarik untuk digunakan proyek. 3). Demikian untuk memakluminya.

Kendati P. N. Garam mengeluarkan surat kepada Ketua Team Penyelesaian Tanah Proyek Modernisasi P. Garam, namun sampai saat ini ada 35 orang lebih para Ex pemilik tanah/lahan yang dibebaskan oleh P. N. Garam yang haknya garapnya tidak dipenuhi.

“Ada 35 orang lebih masyarakat petani garam yang hak garapnya, tidak dipenuhi oleh PN. Garam/PT. Garam (Persero) sebagaimana yang diamanatkan dalam histori surat 1222 tertanggal 29 Oktober 1975,” demikian dikatakan Ex pemilik tanah/lahan, Ainul Iksan, Minggu malam (20/09) kepada media panjinasional.net.

Kenapa saya katakan demikian, karena proyek modernisasi P. N. Garam tidak ada dan tidak pernah disentuh. “Engak ada yang namanya proyek modernisasi, engak pernah disentuh,” cetusnya.

Bahkan pihaknya mulai mengumpamakan kalau misalnya proyek modernisasi tersebut terlaksana, yang jelas kan ada bhekgerebe’na (bekasnya.red). “Kalau renovasi dan pengembangan ada, dan itupun masih bisa dikatakan baru,” kata Iksan yang merupakan masyarakat Nambakor Kecamatan Saronggi ini.

Karena menurutnya yang dinamakan proyek modernisasi itu kan pembendungan kali saroka dan kali gersik putih. “Jadi kalau sudah terbendung kali saroka dan kali gersik putih, maka proyek modernisasi akan segera dilaksanakan, begitu ceritanya,” cetusnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here