Buntut Dugaan Pemalsuan Dokumen IMB, Pemilik Lahan Berencana Laporkan Pabrik Bata Ringan ke Polda Jatim

0
172
Pabrik Bata Ringan di Gresik
Pabrik Bata Ringan di Gresik

GRESIK, www.panjinasional.net  – Dugaan pemalsuan data dan dokumen pengurusan Ijin Mendirikn Bangunan (IMB) sebuah pabrik Bata ringan yang ada di Desa Kertosono Kecamatan Sedayu  Gresik nampaknya akan berbuntut panjang karena pemilik lahan akan melaporkannya ke Polda Jatim.

Pasalnya pemilik lahan yang berada di sisi baratnya sejak dulu tidak merasa menandatangani dokumen apapun terkait pengajuan persetujuan tetangga yang merupakan syarat dokumen yang harus dilampirkan dalam pengajuan IMB. Diduga tandatangan di dokumen dipalsukan sehingga proses pengajuan IMB bisa lolos dan keluarlah IMB untuk perusahaan Bata Ringan tersebut.

Rencana pelaporan ke pihak berwajib ini diutarakan oleh pihak keluarga Enny Fitriatin Noor (pemilik lahan sebelah pabrik). Sebab, selama ini Enny merasa tidak pernah menandatangani tapal batas sebagai syarat rekomendasi diterbitkannya IMB.

“Terbitnya IMB pabrik bata ringan yang sekarang diambil alih  PT Prima Vos Light Block ini agak aneh. Padahal Mbak Yu saya selaku pemilik lahan seluas 2.250 meter persegi sebelah barat tidak pernah tanda tangan tapal batas,” ujar Ahmad Effendi Noor, perwakilan keluarga, Minggu (20/9/2020).

Dalam persyaratan pengurusan IMB pemohon harus melampirkan dokumen ijin HO. Hal ini menjadi persyaratan mutlak bagi orang pribadi atau badan usaha saat membuka kegiatan usahanya. Dengan tujuan mengetahui adanya potensi bahaya, gangguan, ketentraman dan ketertiban umum di lokasi tertentu.

Dokumen HO itu harus mendapat persetujuan pemilik tanah pada batas-batas yang akan didirikan bangunan atau tempat usaha. Dengan membubuhkan tanda tangan pemilik tanah batas tersebut adalah wajib.

Tak heran, bila pria yang akrab disapa Kaji Pendik ini menduga ada kongkalikong dalam proses pengajuan IMB hingga tanda tangan keluarganya diduga dipalsukan. Sebelumnya dia sempat menanyakan beberapa kali ke pihak pabrik, tapi hingga kini belum ada kejelasan.

“Kami sudah menanyakan hal itu berulang kali ke pihak pabrik. Tapi sampai kini tidak ada titik terang. Kami sudah sepakat mau menunjuk pengacara untuk melaporkan pabrik bata ringan ini ke Polda Jatim,” ucapnya.

Secara terpisah, General Manager PT Prima Vos Light Block Bagio ketika dikonfirmasi terkait akan adanya laporan polisi terkait dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut mengatakan, persoalan IMB itu kenapa baru dipermasalahkan sekarang. Padahal, perusahaan ini sudah berdiri sejak 2012 lalu.

“Harusnya (persoalan IMB) diselesaikan di 2012 atau 2013. Prima Vos yang sekarang hasil take over 2016. Jadi kami tidak tahu permasalahan tersebut,” kata Bagio saat dikonfirmasi wartawan via pesan aplikasi whatsapp, Minggu (20/9/2020).(shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here