Sidang Putusan PT Smelting Menang Gugatan Atas Mantan Karyawannya

0
244
Proses Persidangan di PN Gresik

Panjinasional Gresik,- Kembali PT Smelting memenangkan gugatannya yang ditujukan kepada salah satu mantan karyawan Yusuf Galis Setiawan yang terkena PHK beberapa waktu yang lalu. Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal IGusti Ngurah Taruna Wiradhika, SH,MH itu sepenuhnya berjalan lancar dalam pembacaan Hakim ini juga terlihat santai namun tegas.

Dengan banyak pertimbangan atas saksi serta bukti- bukti yang dihadirkan oleh masing – masing pihak baik tergugat maupun penggugat, akhirnya Majelis Hakim memutuskan mengabulkan gugatan penggugat sebagian yaitu memerintahkan kepada tergugat untuk membayar hutang kepada penggugat sebesar Rp 110 jt lebih dalam jangka 14 hari kalender setelah dibacakannya putusan.

“Keputusan hakim memang tidak sesuai dengan keinginan, tapi tidak apa-apa jika hakim memutuskan seperti itu saya terima dan saya akan melangkah melanjutkan upaya hukum yang lain,mungkin saya akan mengajukan keberatan” ujar Yusuf tergugat mantan karyawan smeting ini saat diwawancara wartawan usai sidang..

Memang majelis hakim juga mempersilahkan tergugat maupun penggugat untuk mengajukan keberatan kepada Pengadilan Negeri Gresik, sekurang-kurangnya 14 hari kalender setelah putusan dibacakan.

Ini adalah kali kedua, mantan karyawan PT.Smelting yang digugat oleh PT.Smelting dinyatakan kalah dalam gugatan sederhana yang di layangkan PT.Smelting di Pengadilan Negeri Gresik, persidangan sengketa tentang hutang piutang ini terlihat “meramaikan” persidangan di pengadilan negeri Gresik.

“Jadi kami gugat mantan karyawan itu karena mereka memang punya hutang,yang pertama adalah bantuan untuk kepemilikan rumah pribadi,yang kedua tentang kekurangan pembayaran asuransi Allianz ” ujar kuasa hukum PT.Smelting Hary Purnama SH.MH mengawali wawancara saat ditemui wartawan panjinasional beberapa saat usai sidang.

“Upaya tersebut kami lakukan karena kami sudah berupaya meminta secara baik-baik kesadaran mereka untuk membayar hutang kepada perusahaan, akan tetapi mereka tidak bersedia, malah merela melakukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada perusahaan, walaupun gugatan para mantan karyawan tersebut telah ditolak oleh pengadilan negeri, ada 2 yang kami gugat yaitu Kasmandani Sasmito dan Yusuf Galis Setiawan,nah dalam keputusan no 27 tadi ada 2 gugatan kami yang dikabulkan oleh majelis hakim” jelas Pengacara yang bertempat tinggal di Surabaya tersebut panjang lebar.

Sementara saat ditanya mengenai bunga hutang dari mantan karyawan itu, kuasa hukum yang pernah menjadi Hakim di salah satu pengadilan di Indonesia ini juga mengatakan, bahwa tidak ada bunga berbunga “kami dari pihak PT Smelting saat ini sesuai kebijakan management hanya menggugat hutang pokok nya saja,hanya memperjuankan hak-hak kami yang belum dibayar oleh yang bersangkutan” tambahnya lagi..

Sejak tahun 2017 saat para mantan karyawan di PHK mereka sudah tidak melakukan pembayaran hutangnya kepada perusahaan. “Kami tentu saja akan melakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku ,jika tidak membayar dalam jangka waktu yang ditentukan sesuai perintah majelis hakim dalam putusan tadi maka kami akan melakukan upaya hukum lain, yaitu permohonan pelaksanaan putusan ditindaklanjuti dengan permohonan eksekusi kepada kepala pengadilan negeri Gresik” tambah nya lagi..

Kuasa hukum yang selalu menghadiri sidang berdua dengan pengacara kelahiran Jombang  Hamdani S.H. MH ini mengatakan bahwa ada beberapa gugatan dari mantan karyawan PT smelting ini yang juga sudah dimenangkan oleh pihaknya. “Total mantan karyawan yang masih memiliki hutang kepada perusahaan adalah sekitar 258 orang,dan yang paling besar hutang diperkirakan sejumlah sekitar 150jt” komentar Hamdani juga..

Sudah 5 orang yang digugat oleh pihak PT smelting namun karena yang 3 orang itu domisili di luar kota Gresik seperti di Pengadilan Lamongan ( Ruston Efendi ) , Kediri ( Zainal Arifin ), Sidoarjo ( Yus Prasetyo ). “Tingkatnya sudah sampai mahkamah agung ,artinya kita menang di pengadilan negeri ,pengadilan tinggi juga menang dan sekarang sedang proses di Mahkamah.

“Tingkatnya sudah sampai mahkamah agung ,artinya kita menang di pengadilan negeri ,pengadilan tinggi juga menang dan sekarang sedang proses di mahkamah agung” pungkas mereka berdua.

Setelah melihat kenyataan ini apakah pihak mantan karyawan PT .Smelting akan tetap berupaya melakukan jalur hukum yang lainnya ataukah mereka akan membayar, karena tidak menutup kemungkinan pihak PT.Smelting juga membuka pintu untuk itikad baik dari para mantan karyawannya atau mungkin akan ada kenyataan-kenyataan yang lainnya ? bersambung…@ern

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here