Kernet Mati Terlindas Tronton, Keluarga Minta Diusut Adanya Unsur Pembiaran

1
386
Supardi paman korban saat mengadukan peristiwa kematian korban Durrakhim yang jenazahnya tergeletak seperti mayat binatang

Surabaya. Panjinasional.net – Meninggalnya seorang pria di wilayah Polsek Rengel Resor Polres Tuban, anggapan keluarganya merasa misterius,  karena meninggalnya seorang bernama Durrokhim, kelahiran, Rembang 06/06/1997,Desa Woro, Kecamatan, Kragan, Kota Rembang  jawa tengah itu menurut keluarga korban yakin bukan kecelakaan.

Lokasi kejadian tempat parkir truck yang ngetem, ada bekas jenazah dibakar upaya menghilangkan bekas


Salah satu Keluarga korban Supardi (paman) mendatangi kantor berita Media Panjinasional Surabaya. 
Supardi menceritakan, bahwa Durrokhim korban meninggal dunia, pada tanggal 13/agustus/2020 yang bekerja sebagai kernet mobil mobil tronton bermuatan pasir bersama sopirnya yang masih tetangga sendiri bernama  DARMUDJI. Sedangkan informasinya Durrokhim meninggal akibat Terlindas mobil truck muatan pasir yang di supiri WACHID sesama sopir truck bermuatan pasir.

Kabarnya Durrokhim meninggal dilindas truck, menurut keterangan Supardi paman korban, saat membawa ambulance dari Rembang menuju lokasi kejadian Ternyata Jenazah Durrokhim dibiarkan tergeletak hingga dirubung semut. Tanpa penanganan layaknya orang kecelakaan, bahkan tidak ada penanganan Kepolisian maupun Puskesmas setempat.

Jenazah Durrokhim nampak luka rahang dan leher seperti kena pukulan benda tumpul. “Kalau terlindas truck kepalanya pasti hancur, makanya kami keluarga tidak yakin itu kecelakaan” ujar Supardi kepada Panjinasional.


Bahkan menurut keluarga korban seperti ada indikasi dugaan pembiaran terhadap Jenazah Durrokhim, sebab para saksi DARMUDJI maupun PELAKU WACHID sengaja tidak Lapor ke Polsek setempat (Rengel)


Sesampainya jenazah di kampung halaman Desa Woro, Kecamatan, Kragan, Kota Rembang Sopir DARMUDJI dan Pelaku WACHID ikut mengawasi jalannya pamakaman guna mencegah orang memotret Jenazah Durrokhim.
Memang wajar kalau ada kecurigaan keluarga korban, sebab PELAKU WACHID melalui DARMUDJI mengakui dan bertanggungjawab juga ajak damai, berapapun mintanya akan di bayar. Namun apakah hal itu sudah cukup, apalagi kematian Durrokhim dianggap tidak masuk akal, sehingga Supardi atas nama keluarga akan mencari keadilan sesuai hukum yang berlaku.

“Kemanapun saya akan mencari keadilan, walaupun jenazah harus dibongkar lagi untuk di otopsi keluarga tidak Keberaatan” tambah Supardi.
Dikaji sesuai informasi dan cerita pihak keluarga Durrokhim kepada awak Panjinasional. Ada Korban. Ada Saksi. Ada Pelaku. Lalu tidak ada tindakan, Ada apa ini?


Pihak Redaksi Panjinasional telah mengirimkan surat Konfirmasi kepada Kapolsek Rengel, agar pihaknya melakukan pengusutan terhadap perlakuan dan Pembiaran atas jenazah Durrokhim, namun belum ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Pihak keluarga juga heran, mestinya ada pengusutan pihak kepolisian,  kenapa membiarkan pelaku bebas ber keliaran tidak ada penahanan termasuk Unit Truck yang melindas korban, tidak ada proses hukum  dan tidak ada penyidikan lanjutan, Sedangkan  WACHID yang merenggut nyawa Durrokhim yang saat itu tiduran di lahan parkiran terkapar hingga tewas.

Harapan dari keluarga besar korban, agar petugas kepolisian polsek Rengel atau Polres Rengel Kota Tuban menindak lanjuti  tindakan kriminal yang yang di lakukan oleh Abd, Wahid yang  merenggut  nyawa Durrokhim, Keluarga korban siap jika kepolisian jika mau meng otopsi korban. Jika memang dianggap kecelakaan pihak keluarga, Istri korban yang punya anak masih berusia 2 tahun itu berharap kepada petugas Kepolisian Resort Tuban, Polsek Rengel menindak lanjuti  kejadian tersebut sesuai undang undang Lalulintas  Pasal 227 UU LLAJ dalam kejadian kecelakaan lalulintas yang sesuai SOP, Tentang penegakan hukum lalulintas.

Namun bahkan keluarga korban mendapat terror mental dan hinaan oleh pihak DARMUDJI seakan melemahkan agar tidak melaporkan ke pihak kepolisian dengan kata-kata “Mau Lapor, kalian punya uang berapa” ujar Darmudji seakan juga melecehkan martabat dan ke profesionalan petugas kepolisian.

Lanjut paman korban, pihak dari pelaku yang menjadi penyebab meninggalnya korban. Menantang dengan kuat kepada pihak korban,  untuk melaporkan ke Polisi. Dengan kata-kata..” LAPORKAN SAYA punya uang berapa kamu mau melaporkan saya. Cetus Darmudji yang ditirukan oleh Supardi paman korban. Karena keluarga termasuk orang awam, di kira laporan itu benar benar harus mengeluarkan biaya besar, sehingga hanya berharap dengan harapan, pihak kepolisian mendatangi rumah duka yang selalu menunggu proses hukum akibat tindakan sopir yang merenggut nyawa korban Durrakhim,.@tim.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here