Ahli Waris Tuan Lantar Bakal Ambil Alih Tanah 600’HA Yang Dikuasai PN Garam, Mie Sedaap dan Maspion di Wilayah Manyar Gresik

0
613
Ahli Waris keturunan sah Tuan Lantar, Suyatno saat mendatangi Kantor Berita Panjinasional
www.panjinasional.net Gresik – Kuasa Ahli waris keturunan langsung Tuan Lantar sudah membentuk tim dan membuka data-data lengkap maupun surat-surat yang bakal digelar secara terbuka untuk mengambil alih seluruh tanah warisan leluhurnya.
Dokumen Waris yang disahkan Balai Peninggalan Harta Jakarta
Sosok yang biasa dipanggil Pak Jooss alias Suyatno, mendapat julukan Mbah Bledeg adalah keturunan asli yang mendapat kuasa penuh dari seluruh pemegang waris Tuan Lantar yang memiliki 600 Hektar di wilayah Manyar Kabupaten Gresik.
“Saya sudah berjuang bertahun-tahun mencari dan mengumpulkan surat-surat dari Eyang Buyut saya Tuang Lantar, Alhamdulillah saat ini sudah siap dan saya siap ambil alih seluruh aset lahan tanah maupun yang sudah dikuasai oleh pemerintah maupun perusahaan swasta” ujar Pak Joss saat mendatangi kantor Berita Berita Media Panjinasional di Surabaya awal September 2020.
Siapa saja perusahaan-perusahaan besar yang sudah puluhan tahun menguasai tanah di wilayah Manyar kabupaten Gresik itu, diantaranya PN Garam, Maspion, Pabrik Mie Sedaap yang sudah mendapatkan keuntungan trilyunan rupiah tanpa merasa bersalah kalau lahan yang ditempati tersebut adalah bukan milik “Nenek Moyang”nya namun milik sah Tuan Lantar.
Beberapa dokumen yang dimiliki ahli waris sudah dibuktikan oleh Lembaga Negara yaitu Balai Harta Peninggalan Jakarta Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang sudah mengeluarkan terjemahan dari dokumen yang berbentuk egendoom sekaligus berita acara hingga diputuskan siapa para ahli waris dari Tuan Lantar secara benar.
Dari pembuktian dokumen tersebut maka, Tim Redaksi Media www.panjinasional.net dengan sigap melakukan koreksi kebenaran dokumen lalu melakukan konfirmasi kepada perusahaan diantaranya Pabrik Mie Sedaap. Maspion, PN Garam yang sudah menduduki lahan milik sah Tuan Lantar, termasuk konfirmasi terhadap instansi pemerintah yang menjabat diwilayah kecamatan Manyar kabupaten Gresik.

Namun sampai saat ini PN Garam belum bisa menunjukan bukti kepemilikan kepada ahli waris bukti yang di miliki PT.Garam, sedangkan ahli waris memiliki bukti surat eigendom asli yang sudah diterjemahkan pihak Balai Harta Peninggalan Departemen Hukum dan Ham RI di Jakarta.

Sengketa tanah yang ada di Kelurahan Sidomukti Manyar Gresik yang tidak kunjung selesai antara PT.Garam, Pabrik Mie Sedaap dan Maspion dengan ahli waris sangat disesalkan oleh para ahli waris. Mereka selalu meminta kepada kepala desa setempat untuk segera menyelesaikanya dengan melakukan mediasi agar segera di lakukan titik temu.

Pada saat (5/11) ahli waris kembali mendatangi lokasi untuk memasang papan nama, bahwa tanah di Kelurahan Sidomukti Manyar Gresik, seluas 280 hektar yang masih tersisah adalah miliknya dengan bukti eigendom terlampir.

Pernyataan Suyatno alias Pak Joss alias Suro Bledeg sebagai kuasa perwakilan ahli waris kepada wartawan Panjinasional mengaku selama ini belum pernah menjual atau mengalihkan hak atas tanah tersebut kepada siapapun, maka dalam waktu dekat akan diambil alih baik secara prosedural maupun secara paksa.

Kayaknya ada sosok kuat seorang jenderal dibelakang tim Pak Joss yang tidak mau disebutkan namanya, dalam satu kesempatan Tim Panjinasional bertemu guna menyamakan langkah, maka Panjinasional diberi tugas untuk melangkah sesuai Undang-Undang Pers, namun Pihaknya sudah melangkah melalui jajaran pusat kementerian hingga Presiden Republik Indonesia.***Bersambung../tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here