Gugatan Praperadilan Soejono Candra Bergulir Atas Keluarnya SP3 Polda Jatim

0
118
Pembuktian data bukti kedua pihak antara pemohon dan termohon didepan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya. www.panjinasional.net Sidang Praperadilan hari kedua Soejono Candra terhadap Polda Jatim atas SP3 yang dianggapnya tidak mendapatkan keadilan atas proses hukum yang menimpanya.

Soejono Candra bersama istrinya saat wawancara dengan awak media Panjinasional

Berdasarkan Laporan polisi, LPB/1470/X11/2016 Polda jatim, yang diduga kurang teliti dalam penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Soekoyo terhadap Soejono Candra pada hari kamis 08/12/2016.  

Pelaporan Suejono Candra menganggap penyidik sengaja mentahkan laporannya, sehingga dikeluarkannya SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

Polda Jatim mengeluarkan SP3 dengan alasan kurang cukup barang bukti, sehingga pelapor, mengajukan permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam persidangan Praperadilan yang pertama 25/08 dengan jadwal pembacaan tuntutan Soejono Candra sebagai Pemohon yang dibacakan oleh kuasa hukumnya Elfran Agung S, SH.

Usai pembacaan tuntutan, Hakim tunggal Masrul memberikan waktu kepada kuasa hukum Polda Jatim sebagai termohon untuk memberikan jawaban yang isinya membantah seluruh tuntutan pihak pemohon Soejono Candra. Dilanjutkan hakim meminta penyerahan pembuktian dari pemohon.

Pada persidangan selanjutnya 26/08, di ruang Garuda 1, dengan agenda penyerahan barang bukti pihak termohon. Melalui kuasa hukumnya Polda Jatim mengajukan bukti bukti sebanyak 31, mulai dari hasil penyidikan SPDP, BAP, sampai pengeluaran SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

Menurut keterangan Elfran advokat Suejono Candra. dalam penyerahan hasil penyidikan sampai di keluarkan SP3, diduga petugas penyidik kurang teliti dalam menyelidiki kasus penipuan dan penggelapan tersebut,  setelah di pelajari dari bukti bukti yang di miliki oleh pelapor, kata Elfran saat di wawancarai awak media.

Lanjut Elfran, “Bahkan kami telah mengetahui bukti bukti dari hasil penyidikan yang tidak layak untuk di konsumsi peradilan atau dijadikan bukti di pengadilan, ternyata di ikut sertakan dan di serahkan kepada Hakim saat penyerahan bukti-bukti, ujar Elfran 26/08.

Melaui Elfran, advokat Suejono Candra, berharap putusan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya membatalkan SP3 yang dikeluarkan Kepolisian Polda Jawa Timur, hingga dilanjutkan penyidikan atas Proses hukum Soejono Candra yang berharap keadilan yang se adil-adilnya.

“Kita tunggu jadwal persidangan besuk Senin 31/9 yang mengagendakan Kesimpulan, pastinya saya punya draf kesimpulan yang sangat bagus, hingga kita berharap keadilan ada di pihak Pak Soejono Candra” kata Elfran dengan penuh keyakinan.

Sedangkan Soejono Candra juga berharap putusan hakim nantinya dengan berdasarkan rasa keadilan “Saya ini korban dan pernah dipenjarakan oleh Soekoyo, 60 hari di tahanan Polrestabes, 50 hari di penjara Medaeng dan akhirnya bebas tidak bersalah, Apa salahnya saya menuntut keadilan” ujar Soejono Candra kepada awak Panjinasional.**qosim/man/tim.Bersambung berita selanjutnya: Kronologi pengakuan blak-blakan Soejono Candra sebagai korban dugaan penipuan dan penggelapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here