Gus Yani : Sudah Saatnya Ketua RT/RW Dilibatkan Dalam Perencanaan Pembangunan Gresik Baru

0
85

GRESIK, www.panjinasional.net – Kehadiran pasangan Bacabup dan Bacawabup Gresik Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) disambut ratusan simpatisan di Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (22/8/2020) malam.

Melalui sebuah posko kemenangan mereka pun siap memenangkan paslon Gus Yani – Bu Min di Pilbup Gresik 2020. Tampak para simpatisan menyuarakan deklarasi dukungan dengan diikuti oleh kalangan milenial, kiai dan tokoh masyarakat desa setempat.

“Kami siap memenangkan Gus Yani dan Bu Min untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025,” ujar seorang relawan membacakan deklarasi dengan diikuti oleh ratusan pendukung Niat, Sabtu (22/8/2020).

Dalam sambutannya, Gus Yani mengucapkan terima kasih atas dukungan yang berikan kepada pasangan Niat. Dia pun tak lupa meminta doa restu agar keinginan pasangan Niat menuju perubahan ‘Gresik Baru’ dapat terwujud.

“Saya beserta Bu Min minta doanya agar diberi kelancaran dalam proses Pilkada kali ini. Dan semoga ikhtiar kami dalam mewujudkan perubahan di Kabupaten Gresik bisa terkabulkan,” ujar Gus Yani.

Selain itu, lanjut Gus Yani, ia juga menginginkan peran serta ketua RT/RW tidak hanya dibutuhkan saat kontestasi pemilu, pileg, pilpres maupun pemilihan kepala daerah. Peran Ketua RT/RW juga harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan Gresik ke depan.

“Ketua RT/RW itu jangan cuma dicari waktu pileg, pilkada atau pilihan-pilihan yang lain. Tapi pemikiran mereka ini harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan,”kata Gus Yani.

Gus Yani menambahkan, saat disinggung terkait operasional RT/RW sebagai penunjang kegiatan yang saat ini diterima ketua RT/RW maksimal 1,2 juta per tahun dari Alokasi Dana Desa (ADD), pihaknya tidak mau berjanji tapi akan membuktikan dengan menaikkan 2 sampai 3 kali lipat operasional tersebut untuk menunjang kegiatan seperti rapat atau kerja bakti lingkup RT/RW.

“Sejauh ini ketua RT/RW memiliki beban tanggung jawab yang besar karena harus berhadapan langsung dengan masyarakat. Namun untuk operasional mereka dari ADD cukup kecil, makanya nanti akan saya naikkan,”tegas Gus Yani.

Sementara menurut Bu Min, konsep perubahan yang diusung oleh pasangan Niat ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat Gresik. Tentunya perubahan ke arah yang lebih baik di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan perekonomian.

“Seperti para pengajar diniyah yang sempat dijanjikan akan diberi insentif, tapi tidak terwujud. Insyaallah ke depan bilamana kami diberi amanah, maka akan kami anggarkan untuk insentif guru diniyah tersebut,” pungkasnya. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here