Mau Tandingi Gibran. Dukungan International Belum Cukup Bagi Pencalonan Astrid.S Bila Suara Partai Tak Capai 20%/9 Kursi.

0
201
Astrid Sulastri Calonkan Walikota Solo tandingi Gibran Rakabuning Raka

Solo. Panjinasional.net – Sejak mendeklarasikan diri sebagai Bacawali Solo pada 9 Agustus 2020 Astrid S Suntani di Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Pihaknya menyatakan diri bahwa masyarakat Solo, masyarakat Indonesia bahkan masyarakat international berbondong bondong memberi dukungan kepadanya. Masyarakat Indonesia bahkan Yakin 99 persen pendukung Astrid S Suntani sudah menjamin Menjadi Walikota Solo periode 2020-2025.

Gibran Rakabuning Raka Cawali Kota Solo yang diusung PDI-P

“Hanya Madam Astrid S Suntani yang mendapat dukungan Dunia International menjadi Walikota Solo Periode 2020-2025” ujar pendukung yang sekaligus tim anggota perdamaian dunia (word peace committee) dipimpin Presiden Djuyoto Suntani. dikutip dari media online sindikatpos.

Dukungan keuangan Dunia International juga mulai mendukung Astrid Sulastri Suntani. Bukti kongkrit keuangan Dunia yang disampaikan Management of International Peace Blockchain and Cryptocurrency (IPBCA) yang bermarkas di Dubai, United Arab Emirates.

“IPBCA mendukung total HE Madam Astrid S Suntani jadi Mayor of Solo (Walikota Solo) Indonesia. IPBCA menyiapkan uang tanpa batas untuk Madam Astrid S Suntani,” Jelas SekJen IPBCA HE Shaikha Dr Fatimah Tagwai Aji di Dubai, Uni Emirates Arab (16/8/2020) lalu. 

Memang diharapkan ada beberapa pihak bahwa kemunculan Astrid, bisa memecah kekuatan Gibran Rakabuming Putra Jokowi, yang sudah resmi didukung beberapa partai diantaranya Gerindra, PAN, PSI, Golkar, dan PKB sudah merapat mendukung pasangan jagoan PDI Perjuangan itu. 

Jadi Praktis, tinggal Partai PKS yang memiliki 6 kursi di DPRD Solo bakal menjadi oposisi menjelang pilkada Solo 2020 pada 9 Desember mendatang.

Sedangkan Direktur Indo Strategi Research and Consulting Arif Nurul Imam kepada Suara.com menyampaikan pandangannya menyangkut dinamika perpolitikan di Kota Solo.

Menurut dia kalau tidak ada calon perseorangan, kemungkinan besar pasangan Gibran-Teguh bakal melawan kotak kosong karena hanya PKS yang sampai saat ini tidak mendukung duet tersebut.

Padahal, kursi PKS di DPRD Solo (6 kursi) tidak mencukupi untuk mengusung pasangan calon sendiri.

Informasi terakhir. Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPD PKS Kota Solo, Sugeng Riyanto mengungkapkan partainya sangat siap bertarung melawan Gibran di Pilkada Solo.

Sugeng pun membeberkan sejumlah tokoh yang datang ke PKS mendaftar diri sebagai rival bagi Gibran. 

“Ada beberapa nama ya, pertama namanya Mas Syailendra beliau cucu dari Pakubuwono 10 Keraton ya. Yang kedua, Kanjeng Putri beliau anak dari Tedjowulan Keraton juga Solo. Yang ketiga, ada juga namanya Kanjeng Senopati, ini juga cucu Pakubuwono 10 juga, cuma ini mereka masing-masing beda-beda karena banyak ya di Keraton itu, nah mereka tertarik nih untuk maju dari PKS,” ungkapnya.

Terkait indikasi Gibran bakal lawan bumbung Kosong ternyata terjawab, bahwa Calon rival mereka yang maju lewat jalur non partai Bagyo Wahyono – FX Supardjo sudah lolos verifikasi.

Bagaimana Langkah Astrid Sulastri?

Pencalonan Astrid di Pilkada Solo yang sudah di plot beberapa Pemberitaan sebagai Walikota Solo belum mendapatkan Rekom Partai apapun, apalagi katanya sudah menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat yang tidak memiliki kursi suara dari pemilu 2019 di Solo. Lalu bagaimana caranya Astrid bisa maju tandingi Gibran, walaupun pihaknya sudah mempublikasikan sudah didukung oleh masyarakat dunia.

Salah seorang tokoh warga Solo kepada awak media ini menanggapi, bahwa untuk pencalonan bakal calon Walikota di Pilkada Solo belum tertutup, sebab pendaftaran calon terakhir pada 4-6 September 2020. Tinggal PKS yang masih mencari pendukung tambahan suara.

Maka kemungkinan adanya calon lain yang tidak disebutkan PKS, kayaknya sudah tertutup meskipun dapat dukungan dari seluruh penjuru dunia.@red/gtt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here