NKRI Di GRUDUK MASA ORMAS SURABAYA

1
377
Ormas Surabaya saat mendatangi Resto NKRI di jalan Tunjungan Surabaya

Surabaya. www.panjinasional.net – Beredarnya pemberitaan dari beberapa Media online terkait penyalahgunaan nama NKRI yang diartikan Nasi Kulit Rego Irit oleh salah satu Resto depan Hotel Mojopahit di Jalan Raya Tunjungan Surabaya,

Pada Kamis 20Agustus 2020,  didatangi puluhan anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) ditempat Resto tersebut. Tujuan masa ormas tersebut agar segera menurunkan simbol tulisan NKRI yang diartikan Nasi Kulit Rego Irit  agar diganti dengan simbol yang lain.

Detik-detik pencopotan simbol NKRI yang digunakan
simbol bisnis Resto di jalan Tunjungan Surabaya

Kedatangan puluhan anggota Ormas Pemuda Pancasila sebelumnya sudah didatangi para wartawan untuk konfirmasi atas nama Resto NKRI, sebab nama tersebut adalah simbol kekuatan bangsa yang diperkuat TNI dan Polri sebagai paham Perkuatan Kebangsaan Negara Kesatuan yaitu Indonesia.

Pada saat di konfirmasi pemilik resto merasa tidak bersalah, bahkan mengatakan kalau simbol NKRI restonya sudah dipatenkan. Hal tersebut diminta wartawan untuk membuktikan ternyata Albert mengalihkan pembicaraan, bahkan ngotot tak perlu di permasalahkan, hingga mengisyaratkan agar wartawan segera meninggalkan restonya.

Setelah Pemberitaan beberapa Media Surabaya mencuatkan adanya Resto  dengan simbol NKRI Viral dan membuat beberapa elemen masyarakat marah karena dianggap sebagai pelecehan sebuah simbol Perjuangan Rakyat dan TNI Polri, maka siang hari Kamis 20 Agustus puluhan Anggota Ormas yang dikomandoi Ki Dalang alias Umar Khotop Ketua Puskominfo Jatim mendatangi Resto tersebut meminta agar pemilik mencopot tulisan simbol NKRI dan membersihkan semua tulisan NKRI yang sengaja disalah artikan dengan kata Nasi Kulit Rego Irit agar tidak menggunakan simbol NKRI.

Umar Khotop Ketua Puskominfo Jatim bersama beberapa wartawan di kantor berita Panjinasional usai melakukan konfirmasi ke Resto NKRI

Pantauan awak media saat terjadinya proses pencopotan NKRI di lokasi Resto Tunjungan itu, selanjutnya beberapa pegawai Resto bergerak mencopot semua tulisan NKRI yang diduga ada unsur pelecehan.

Saat salah satu anggota Ormas Pemuda Pancasila saat dimintai keterangan terkait unsur dugaan pelecehan NKRI,  “Tanggapan kita sangat di lecehkan bangsa ini, karena untuk mengambil nama NKRI itu sangat penuh perjuangan, NKRI itukan singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia mosok singkatan diganti Nasi Kulit Rego Irit,  ujar Ali Badai kepada wartawan.

Selanjutnya Ali Badai, “Sedang saya tanyakan arti NKRI, pemiliknya tadi bilang gak tahu..!!! saya tanyakan soal ijinnya pemilik bilang ada, sedang saya minta tak ambil di rumah itu namanya tidak jelas” katanya, tutur Ali ke awak media.

”Kita tetap mencari asal usul siapa yang mendirikan dengan kata singkatan seperti ini apakah ini bukan pelecehan?”  Pungkas Ali dengan nada kesal.

Suhadak selaku Ketua LSM PAB melalui whatsApp nya pada awak media, “Biar saja selama pemilik warung tidak bicara membandingkan dengan.NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, kalau dia sudah bicara memperbandingkan singkatan itu, berarti sudah ada pelanggaran pidana” imbuhnya.

Umar Al. Khotop selaku ketua Puskominfo DPD Jawa Timur melalui video plotnya menyampaikan terimakasih atas sikap tindakan tegas dari Ormas Pemuda Pancasila yang telah melakukan langkah pembelaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.**Roh/tim.

1 KOMENTAR

  1. Kayak tdk ada nama lainnya sj, pingin cpet terkenal bikin nama gk pakai otak itu, dirimu itu mencari makan di indonesia, jd junjung dn hormati negaramu, kamu sdh tdk ikut berjuang bertaruh nyawa, apa sulitnya kamu melakukan sesuatu dg kehluanmu yg bs membaggakan negara…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here