Presiden Jokowi Saksikan Sumpah 17 Anggota Konsil Kedokteran Indonesia Periode 2020-2025

0
91
Pelantikan Keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2020-2025 di Istana Negara. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta. www.panjinasional.net Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan sumpah anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2020-2025 pada hari ini, Rabu, 19 Agustus 2020 di Istana Negara Jakarta.

Dalam acara ini, Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Sesmensesneg), Setya Utama, membacakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 55/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang ditetapkan pada 11 Agustus 2020.

Berikut daftar 17 nama anggota KKI terbaru:

1. dr. Putu Moda Arsana SpPD-KEMD, FINASIM

2. Dr. dr. Dollar, SH, MH 

3. drg. Nurdjamil Sayuti,MARS.

4. drg. Nadhyanto,SpPros.

5. dr. Pattiselanno Robert Johan, MARS,

6. drg. Achmad Syukrul A,.M.M.

7. Prof. Dr. dr. Bachtiar Murtala, SpRad(K)

8. drg. Andriani,Sp.Ort., F.I.C.D.

9. Sdr. Vonny Naouva Tubagus, MD., Radiologis

10. dr. Ni Nyoman Mahartini, Sp.PK (K)

11. Drs. Mohammad Agus Samsudin

12. Drs. Hisyam Said., M.Sc., wakil dari tokoh masyarakat

13. Prof Intan Ahmaf Musmeina, PhD.

14. Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D

15. drg. Sri Rahayu Mustikowati,M.Kes., CFrA.

16. Prof. Dr. drg. Melanie Hendriaty Sadono,M. Biomed.,PBO

17. dr. Hj. Mariatul Fadilah,MARS., PhD.

Sesudah dibacakan nama-nama tersebut, dilanjutkan dengan sumpah janji Keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia Periode 2020-2025 di hadapan Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut, sudah diatur dalam Pasal 18 UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Salah satunya, calon anggota KKI harus memiliki reputasi yang baik.

“WNI, sehat jasmani dan rohani, bertakwa kepada Tuhan YME, berkelakuan baik, batas usia, memiliki pengalaman praktik kedokteran minimal 10 tahun, cakap, jujur, memiliki moral integritas yang tinggi, reputasi yang baik, dan bersedia melepaskan jabatan struktural dan/atau jabatan lainnya, ” tutur Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2020). Dikutip dari Liputan Indonesia.

Lanjutnya Setya, “Pelantikan anggota KKI yang baru ini guna memutus mata rantai dugaan dugaan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) di dalam dunia kedokteran, pemilihan anggota KKI melalui proses seleksi yang panjang dari Staff kementerian dan dilaporkan ke Presiden Jokowi, bukan berdasarkan dari titipan maupun usulan dari pihak pihak pihak lain yang punya kepentingan, profesi Dokter adalah profesi mulia harus tulus ikhlas dari hati tidak ada tendensi,” tambahnya.

Apa Itu KKI?

KKI merupakan suatu badan otonom, mandiri, non struktural dan bersifat independen, yang bertanggung jawab kepada Presiden seperti mengutip laman resmi KKI.

KKI didirikan pada tanggal 29 April 2005 di Jakarta yang anggotanya terdiri dari 8 lembaga, merupakan perwakilan dari :

1. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia: 2 (dua) orang,

2. Kolegium Kedokteran Indonesia: 1 (satu) orang,

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia: 2 (dua) orang,

3. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Gigi Indonesia: 2 (dua) orang,

4. Persatuan Dokter Gigi Indonesia: 2 (dua) orang,

5. Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia: 1 (satu) orang,

6. Tokoh Masyarakat: 3 (tiga) orang,

7. Departemen Kesehatan: 2 (dua) orang, dan

8. Departemen Pendidikan Nasional: 2 (dua) orang.

KKI memiliki fungsi dan tugas yang diamanatkan dalam UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Fungsi KKI diatur dalam Pasal 6 yang berbunyi:

Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan dokter dan dokter gigi yang menjalankan praktik kedokteran, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis.

Sementara itu, tugas-tugas KKI diamanatkan dalam Pasal 7 UU Praktik Kedokteran. Salah satunya melakukan registrasi dokter dan dokter gigi.

Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai beberapa tugas diantaranya :

(1) Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai tugas :

a. Melakukan registrasi dokter dan dokter gigi;

b. Mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi; dan

c. Melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing.

(2) Standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi yang disahkan Konsil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah sakit pendidikan.

Dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan 7 tersebut, KKI juga mempunyai beberapa kewenangan, hal telah diatur dalam Pasal 8 UU Praktik Kedokteran, yang berbunyi:

a. Menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi;

b. Menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi;

c. Mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi;

d. Melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi;

e. Mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi;

f. Melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi; dan

g. Melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi atau perangkatnya karena melanggar ketentuan etika profesi

Presiden Jokowi sebelum melantik 17 anggota KKI periode 2019-2024 hari ini. Walaupun, pelantikan tersebut sebelumnya diminta ditunda oleh organisasi dan asosiasi dokter.**timred.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here