Kades Dilaporkan Warganya ke Polres Sumenep, Ada Apa?

0
215

Sumenep, www.panjinasional.net – Kepala desa (Kades) Kecer Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep dilaporkan oleh warganya ke Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Sumenep, Madura, Jawa timur.

Kepala desa (Kades) Kecer dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik atau fitnah dimuka umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 311 ayat/dan atau pasal 310 KUH Pidana.

Laporan tersebut dibuktikan dengan keluarnya laporan polisi dengan nomor LP-B/183/VIII/RES.1.6/2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep tanggal 14 Agustus 2020.

Saat ditemui di Polres Sumenep pasca pelaporan. Pelapor yang ditemani istrinya, menantunya dan beberapa warga desa kecer mengatakan dirinya melaporkan Matlani karena telah menghina dan memfitnah istri pelapor dimuka umum.

“Kejadiannya kemaren Pak selepas Maghrib dirumah kepala Rukun Tetangga (RT),” terang pelapor di depan Polres Sumenep Sabtu malam (14/08).

Pelapor kemudian menceritakan peristiwa yang terjadi. Dimana kata awalnya menurut keterangan yang diterima, Matlani telah mengundang Forum Wartawan Jakarta (FWJ) untuk konfirmasi lanjutan soal penyegelan kantor desa kecer, dan tidak diberikannya gaji beberapa perangkat desa yang diberhentikan sang Kades Matlani, serta aliran Bansos KKS BPNT. Namun konfirmasi kawanan wartawan itu menjadi memanas ketika Matlani menuduh, menghina dan memfitnah salah seorang warganya dengan kata-kata kotor (biadab, haram jadah), dan lain-lain.

“Matlani tahu betul disitu juga ada menantu saya, ketika dia mengatakan hal kotor itu di depan para wartawan, dan beberapa warga Kecer, ya otomatis mantu saya marah dan hampir terjadi perkelahian,” Kata pelapor,” dalam ceritanya.

Sementara ditempat yang sama, Fandari Ketua Team 16 Sumenep yang juga ikut mendampingi pelapor mengatakn bahwa dirinya akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas.

“Kami akan kawal proses hukumnya, kejadian ini sangat memukul kami sebagai Team 16 Sumenep. Sikap Kepala Desa Matlani sangat tidak pantas seperti itu dimuka umum,” tegas Fandari.

Fandari meminta agar kepolisian Sumenep khususnya Unit Tipiter Polres Sumenep harus mampu membawa permasalahan ini ke meja hijau agar tidak terjadi lagi hal-hal serupa di desa lainnya di Sumenep.

“Saya harap polisi benar-benar bekerja dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini,” Pungkasnya

Hal senada juga di ungkapkan oleh Ketua Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Adi Karya (Opan) dirinya sangat mengapresiasi Polres Sumenep apabila bisa berhasil menangani proses pelaporan terhadap seorang kades untuk di tindak sesuai proses hukum.

“Kami apresiasikan kinerja kepolisian Sumenep yang sangat sigap dan merespon adanya pelaporan warganya. Dan untuk proses ini, kami yakin Team 16 Sumenep akan mengawal hingga tuntas, dan terus bersinergi dengan Forum Wartawan Jakarta guna membuka kebenaran yang disembunyikan oleh oknum kepala desa,” kata Opan.

Opan juga berjanji sesampainya di Jakarta pihaknya akan menyurati Mabes Polri agar permasalahan tersebut menjadi terang benderang serta memberikan efek jera bagi Kades yang bersikap semena-mena terhadap warganya.

“Itu pasti mas, kami akan dorong prosesnya mulai Senin besok ke Mabes Polri,” ujar Opan.@Qib)..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here