Pembunuhan Hasyim Diduga Motif Santet. Polres Sumenep Tangkap Dua Pelakunya

0
106

Sumenep, www.panjinasional.net Polres Sumenep, Madura, Jawa timur, berhasil mengungkap dan melakukan penangkapan terhadap dua pelaku pembunuh Hasyim warga Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kebupaten Sumenep, Madura, Jawa timur.

Tindak pidana pembunuhan terhadap Korban Hasyim warga Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kebupaten Sumenep tersebut diduga karena motif santet.

Korban (Hasyim) dibunuh karena diduga telah menyantet atau menyihir keponakan pelaku yang berinisial AW dan RF di dalam anjungan kapal kayu motor KM Jaya Abadi yang terletak di Pelabuhan Dusun Jembatan Desa setempat. Pada hari Selasa (04/08/2020) kemarin.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman menjelaskan, kronologis kejadiannya terjadi saat korban dan pelaku ada diatas kapal. Untuk melancarkan ekskusinya pelaku meminta awak kapal untuk meninggalkan kapal.

“Pada saat kejadian pelaku sempat mengalihkan ABK Kapal untuk turun dari kapal sehingga eksekutor bisa melakukan proses eksekusi terhadap korban,” kata AKBP Darman saat Konferensi Pers di Mapolres Sumenep. Senin (10/08/2020).

Diketahui AW dan RF juga merupakan Warga Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep, diringkus polres Sumenep pada Kamis (06/08/2020) setelah gabungan Resmob Polres Sumenep dan Polsek Kangayan melakukan penyidikan dan penyisiran ke rumah pelaku.

“Pertama dilakukan penangkapan kepan Pelaku  RF, setelah dilakukan introgasi mengakui bahwa eksekutor pembunuh adalah pelaku AW,” ujarnya.

Atas dasar pengakuan dari pelaku RF akhirnya tim gabungan tersebut langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan pelaku AW dirumahnya.

“Setelah dilakukan penangkapan dan introgasi pelaku AW mengakui bahwa dirinya telah membunuh korban (Hasyim),” ujarnya pula.

Oleh karena itu kedua pelaku langsung dibawa ke Polsek Kangayan dan akhirnya saat ini sudah ada di sel tahanan Polres Sumenep.

“Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan  pasal 338 atau pasal 351 ayat (3) Jo pasal 55 ayat (1) atau pasal 56 ayat (1) dan (2) KUH Pidana ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.@qib/dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here