Wamenag Minta Semua Santri Kembali ke Pesantren

0
75
Wamenag KH Zainut Tauhid Sa’adi ketika memberi pengarahan di MTS N 1 Semarang.
SEMARANG. www.panjinasional.net -  Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta agar para santri kembali menyantri di pondok pesantren  tempatnya proses belajar mengajar. Saat ini semua pihak harus beradaptasi dan berdamai dengan Pandemi Covid-19 termasuk dunia pendidikan madrasah dan pendidikan pesantren.


“Di tengah adaptasi kebiasaan baru ini, pendidikan madrasah dan pesantren pun dituntut untuk mampu berkreasi dan produktif agar tidak tertinggal oleh dinamika keadaan yang berjalan serba cepat,” tegasnya, ketika berkunjung ke Madrasah Tsnawiyah (Mts) Negeri 1 Semarang, di Jalan Ketileng Raya, Semarang, Minggu (9/8/2020).


Hadir bersama Wamenag Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaaan (KSKK) Kemenag Pusat Dr Umar, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Dr Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang Drs Muhdi M.Ag beserta jajaran pejabat Kemenag lainnya.


Dalam kesempatan itu Wamenag memotivasi agar madrasah memiliki optimisme tinggi dan produktif dalam menghadapi proses pengajaran. Optimisme dan semangat berproduktiv agar dijadikan kiat untuk mencari keberkahan dari musibah Covid.


“Kita harus mampu berkreativitas. Salah satu bentuknya migrasi pembelajaran dari konvensional ke digital sebagai jawaban yang tepat,” tegasnya, sembari memberi respons tinggi atas laporan Kepala Mts Negheri 1 Semarang, Drs H Asroni, MAg, dalam menyiapkan alternatif pembelajaran tatap muka di Mts tersebut.


Ditegaskan, pembelajaran secara virtual dan alternatif tatap muka saat ini dinilai sebagai proses inovasi, agar pembelajaran tidak berhenti.
“Semua juga tidak ada yang dapat meramal hingga kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir,” tegas mantan Waketum MUI Pusat ini.


Wamenag menyampaikan terima kasih kepada Direkrur KSKK Dr Umar, yang dinilai berhasil melakukan inovasi-inovasi dalam proses keberlangsungan pendidikan di madrasah di era pandemi ini, hingga prestasi madrasah di Tanah Air saat ini kian meroket.

Inovasi virtual, lanjutnya, juga mewabah di tengah masyarakat. Pengajian emak-emak pun marak memakai zoom. Tukang sayur juga menawarkan dagangan dengan online. Para ustadz marak mengisi pengajian dengan virtual.

Semua elemen masyarakat, lanjutnya,  dipaksa harus beradaptasi dengan kenormalan baru, kalau tidak ingin ketinggalan.

Pesantren pun kini mulai membuka kembali proses pembelajarannya, sehingga para santri berduyun kembali ke pondok. Di era Pandemi ini, ada pesantren yang ketat menerapkan protokoler kesehatan misalnya satu kamar diisi 2-4 santri, namun banyak pula satu kamar diisi hingga 20 santri karena keterbatasan fasilitas kamar.(Mim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here