7 ASN dan Satu Hakim Dinyatakan Positif Covid-19. Pelayanan PN Surabaya Tutup.

0
183
Martin Ginting KaHumas PN Surabaya saat memberikan keterangan pers kepada awak media

 

 

 

 

 

 

 

Surabaya. www.panjinasional.net – Kantor Pengadilan Negeri Surabaya dinyatakan tutup sementara mulai 10 – 24 Agustus. Guna melakukan Pencegahan dan Penularan Covid-19 di lingkungan kerja Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, sejak adanya bencana penyebaran Covid 19 di Indonesia, termasuk di wilayah Surabaya Raya, maka PN Surabaya tetap konsisten berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Pengadilan Negeri kelas 1 khusus Surabaya.

Pengadilan Negeri Surabaya merupakan instansi pelayanan publik yang wajib meminimalisir adanya ancaman VirusCorona bagi pengguna jasa keadilan maupun pengunjung. Semenjak adanya penyebaran Cobid-19 yang melanda Indonesia, PN Surabaya telah melakukan rapid test sebanyak 3 kali.

Demikian pula, disaat kondisi new normal saat ini, telah banyak muncul CLUSTER-CLUSTER Covid 19 di kantor-kantor, untuk mengantisipasi agar tidak muncul penyebaran virus di kantor-Kantor tersebut.

Humas PN Surabaya, Martin Ginting, SH, MH mengatakan, “Dalam situasi new normal saat perayaan Idhul Adha 1441 H yang dikhawatirkan banyak ASN PN Surabaya yang mudik di Hari Raya Qurban pada 11 Juli 2020 lalu, dan mereka akan membawa Virus dari luar kantor. Maka untuk memonitor sejauh mana penyebaran covid di PN Surabaa, maka pada 3 Agustus 2020 telah di lakukan Rapidtest terhadap seluruh ASN , Honorer di PN Surabaya. Sehingga Hasilnya terdapat 9 orang Reaktif.

Selanjutnya terhadap mereka yg reaktif langsung di lakukan SWAB dan kemarin sekitar jam 19.00 wib telah diperoleh hasil bahwa terdapat 5 orang dinyatakan POSITIF terjangkit Virus Covid-19. Dan 1 orang ASN yang di Swab mandiri juga terpapar, terangnya.

Masih Martin, Dari hasil swab juga terdapat 7 orang ASN PN Surabaya positif Covid-19 termasuk 1 orang hakim. Saat ini 5 orang sudah terpapar dan telah dirawat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang di tangani oleh Gugus tugas covid-19 , 1 orang di isolasi mandiri dan 1 orang hakim di rawat di RS Jawa barat.

Adanya hasil positif tersebut, Untuk memutus mata rantai covid 19 di PN Surabaya agar tidak berkembang. Maka setelah di laporkan dan di koordinasikan kepada Kepala Pengadilan Tinggi (KPT) Jatim, akhirnya Ketua PN Surabaya melakukan penundaan semua pelayanan ( Lock Down) kecuali penanganan Upaya hukum persidangan perkara pidana yang akan habis masa tahanan dan Penerimaan surat yang akan dilayani di Front Ofice, tegasnya.

Penundaan pelayanan ini adalah, kali kedua dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus dan untuk menghindari adanya cluster virus di ruang kerja PN Surabaya. Karena Keselamatan dari para ASN PNS kantor PN Surabaya menurut pimpinan adalah hal paling utama sebagai bahan pertimbangan guna menghentikan pelayanan”, imbaunya.

Martin menambahkan, Prinsipnya di Hentikannya pelayanan sementara dengan pengecualian selama 2 minggu sejak 10 Agustus 2020 dengan harapan lingkungan PN Surabaya menjadi Sterill. Sedangkan Pada  24 Agustus 2020 pelayanan akan dibuka normal kembali.

“Demikian disampaikan agar Publik pengguna jasa PN Surabaya maupun para pihak yang sedang berperkara atau para keluarga para terdakwa serta para advokat dan JPU dapat mengetahui dan memakluminya”, tutup Martin Ginting dihadapan para awak media.@Qosim/Red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here