Dilema Petani Cabe Rawit, Tengkulak Mengikuti Harga Pasaran

0
279
Petani Cabe Rawit di lokasi pertanian

Sampang. www.panjinasional.net – Para petani semestinya senang saat merasakan hasil panennya. pada tahun sebelumnya masih mendingan dapat dirasakan hasilnya, tahun ini petani hanya bisa diam mau gimana lagi  tentunya tetap bersyukur atas panennya. Sebab hal ini pasaran cabe rawit mengalami naik turun sehingga tidak di pastikan  batas kenaikan harga, selasa 4 /8/2020.

Muhyi seorang petani di dusun kotah kecamatan jrengik kabupaten sampang, meskipun nilai pasaran cabe rawit dinilai murah, ia tetap menekuni hasil panennya yang dinilai kurang bagus dari tahun sebelumnya, tapi ia tetap semangat bersama keluarganya saat memetik cabe rawit untuk dijual di pasar.

Saat berbicang bersama  media Panjinasional, Muhyi menjelaskan bahwa harga cabe rawit tentukan dengan kwalitas besar kecilnya cabe rawit, kalau yang bagus tentunya agak mahal, yang jelas tergantung kebutuhan di pasaran jadi tengkulak di pasar masih memilih kwalitas yang akan dibeli karena akan di jual kembali keluar Madura.

ia menjelaskan kwalitas petani Cabe Kotah dengan petani tambelangan, masih kalah dengan petani desa Jeruk Porot kecamatan Torjun disana hasil cabe rawitnya bagus.

Ditanya tentang harga ia mengatakan tergantung kwalitas, karena naik turun harga pasaran, bahkan pernah tembus Rp 13.000 kemudian harga melemah Rp.7000 bahkan sampai Rp.5000 Perkilo.  dan sekarang harga mulai ada kenaikan menjadi Rp.10.000 sesuai kwalitas. tuturnya.

Di tempat terpisah  awak Panjinasional juga berbincang dengan pengepul atau disebut tengkulak asal desa karang anyar kecamatan Tambelangan yang merupakan pedagang yang   menyalurkan dagangannya ke pasar keputran Surabaya.

Ia mengatakan, saya jual ke pedagang  Surabaya memang harganya melemah tidak seperti tahun sebelumnya, itu kmaren harganya masih mendingan masih ada hasilnya. kalau sekarang gimana lagi mas, itu sudah harga pasarannya naik turun ya ngikuti, karena saya juga biasa memenuhi permintaan dagang dari Surabaya. Saya kulakan di sini kemudian di jual ke Surabaya. Ujarnya.

Terkait harga masih Rp 8000 sampai 10.000 perkilo tergantung dari kwalitas cabe rawit yang mengambil dari petani. Mengenai keuntungan tidak dapat di prediksikan kalau nanti harganya naik kita untung, kalau melemah ya…kita rugi hal seperti itu biasa karena permintaan dari surabaya harus terpenuhi. melemahnya harga cabe rawit karena masih covid-19 permintaan sedikit karena restoran dan rumah makan masih minim dibuka, mungkin kalau nanti kembali lagi harga stabil kalau Covid-19 usai mas, tutur H.Habibah (san/mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here