Dua Buronan Tertangkap di AS Belum Direspon, Tunggu Apa?

0
175
Ilustrasi

Jakarta. www.panjinasional.net – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku memperoleh informasi bahwa terdapat dua buronan Indonesia yang saat ini telah tertangkap oleh pihak keamanan Amerika Serikat.

“Informasi yang diperoleh IPW dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa ada dua buronan Indonesia yang masuk dalam red notice yang sudah diketahui keberadaannya di Amerika Serikat dan sudah berhasil ditangkap,” ucap Neta dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

dilansir Antara, Neta mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber tersebut, kedua buronan itu ditangkap oleh pihak Imigrasi Amerika Serikat. Keduanya masuk dalam daftar “red notice” pada 2018.

Dia menyebut bahwa kedua buronan yang ditangkap masing-masing bernama Indra Budiman dan Sai Ngo NG.
Netta mengatakan Indra Budiman terjerat kasus penipuan dan pencucian uang terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta Bali. Kasus tersebut, katanya, terjadi pada 2015 lalu.

Rekan Budiman yang bernama Christopher Andreas Lie berhasil ditangkap oleh Subdit Fiskal Moneter dan Devisa Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Mei 2015. Kasus ini terungkap setelah keduanya diketahui menipu 1.157 orang dengan kerugian Rp 800 miliar.

“Saat Christopher tertangkap, Indra berhasil kabur ke Korea Selatan dan kemudian ke Amerika Serikat hingga tertangkap,” ujar Neta.
Sedangkan Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi, Jakarta, pada 2015.

Neta berharap kedua buronan tersebut bisa segera diadili oleh Pemerintah Indonesia. Namun, kata dia, hingga saat ini pihak kepolisian nampaknya masih belum merespon terkait adanya informasi penangkapan itu.
“Tapi sayangnya hingga saat ini jenderal-jenderal Mabes Polri belum merespon penangkapan dua buronan kakap di Amerika Serikat itu,” kata Neta.

Siapa Indra Budiman dan Sai Ngo NG?

Indra Budiman merupakan buronan kasus penipuan dan money laundering terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta, Bali. Korban tersebar di Jakarta, Bandung, Bali dan Yogyakarta. Sebagian uang hasil penipuan itu digunakan untuk trading dan investasi. Sebagian lagi untuk membeli rumah, tanah dan kendaraan pribadi. 

Tak tanggung-tanggung, Indra Budiman disebut-sebut merugikan para korban hingga Rp 800 Miliar.

Dalam aksinya, Indra bersekongkol dengan rekannya, Christopher Andreas Lie. Namun, Christopher telah ditangkap pada 2015 lalu. Sedangkan Indra melarikan diri.

Mereka mengelabui korban dengan membentuk perusahaan konsultan properti yang menjual apartemen dan condotel seharga lebih Rp 1 Miliar.

Ada 12 properti yang mereka jual melalui PT Royal Premier Internasional. Yakni sektor properti yang dikemas dengan program investasi emas dan asuransi. Iming-imingnya, para investor akan balik modal 10 hingga 15 tahun kemudian.

Di samping itu, keduanya juga menjanjikan keuntungan cash back sebesar dua persen serta hadiah kendaraan mewah. 

Dalam kasus ini, Christopher melakukan kontrak pembelian dengan developer atas nama korban. Namun ternyata dia tidak membayarkan uang customer sepenuhnya. 

Sedangkan Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi Jakarta.***antara/red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here