Pandemi COVID-19, Mahasiswa UMM Door-To-Door Membagikan Kuesioner Untuk Kesiapan Era New Normal

0
104
Mahasiswa UMM Sosialisasi Door-To-Door Kesiapan Era New Normal, Sumber : pmm.umm.sampang

Madura www.panjinasional.net Melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali melakukan gebrakan terbaru di wilayah kelurahan Rongtengah Kabupaten Sampang. Tim PMM UMM melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah atau door-to-door untuk membagikan beberapa goodiebag dan pengisian kuesioner terkait dengan COVID-19 dan “New Normal”. Kegiatan ini diawasi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setyo Wahyu S, SE., ME. Pelaksanaannya dilakukan pada hari selasa 21 Juli 2020.

Seperti yang telah diketahui bahwa masyarakat Indonesia belum siap menghadapi era New normal karena kurangnya pemahaman masyarakat. Hal tersebut tentu saja menjadi polemik hingga saat ini. New Normal merupakan sebuah program tatanan baru agar mampu beradaptasi dengan COVID-19. Hingga saat ini kenaikan angka penyakit tersebut terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Akibatnya tentu saja berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari. Sehingga alasan akan dilaksanakan New normal adalah agar aktivitas dapat kembali normal namun tentu saja harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ada.



Mahasiswa UMM Door-To-Door Membagikan Kuesioner Untuk Kesiapan Era New Normal

“New Normal sebenarnya akan bisa diterapkan di Indonesia apabila masyarakat dapat lebih memahami apa arti New normal itu sendiri dan bagaimana sikap yang benar dalam mengahadapinya. Dilakukannya sosialisasi adalah agar masyarakat lebih siap dan mampu mengikuti protokol kesehatan. Jika pemerintah dan masyarakat sudah satu suara dan satu tujuan maka New normal dapat diterapkan dalam beberapa waktu dekat” ujar Maghfiroh selaku koordinator dari kelompok 11 PMM Bhaktimu Negeri. (21/07/2020)

Sosialisasi ini dimulai dari pembagian goodiebag yang berisi masker kain, handsanitizer, brosur. Masker kain memiliki fungsi untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Masker kain ini dapat dicuci ketika setelah digunakan sehingga sangat efektif untuk masyarakat. Pemilihan masker kain disini adalah sebagai pengganti masker bedah agar dapat membantu tim medis melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dalam berjuang menangani pasien COVID-19. Selanjutnya pembagian handsanitizer yang merupakan hasil karya dari Tim PMM UMM dengan melakukan Repackaging.

Hal tersebut dilakukan untuk pemanfaatan limbah plastik. Fungsi handsanitizer tentu saja untuk mencegah penularan virus pada bagian tubuh terutama tangan yang dapat kontak dengan orang lain ketika berada di luar rumah. Tangan merupakan tempat yang sangat rentan menjadi tempat bersarangnya virus dan bakteri. Akibat dari hal tersebut, pentingnya masyarakat dapat lebih menjaga kebersihan tangan.

Alternatif pengganti sabun ketika berada diluar rumah adalah handsanitizer. Kandungan handsanitizer adalah alkohol 75%. Kadar tersebut dilaporkan sudah dapat membantu membunuh virus atau bakteri dan juga mencegah terjadinya perkembangbiakan organisme. Kemudian yang ketiga adalah brosur. Brosur tersebut berisi tentang pengertian, gejala klinis, pencegahan, etika batuk, cara memakai masker yang benar serta tips agar tetap sehat di masa pandemi COVID-19. Harapan besar Tim PMM UMM adalah dengan dibagikannya brosur terebut, masyarakat akan lebih mudah memahami karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa sederhana.

Masyarakat juga diharapkan agar mampu menerapkan beberapa hal seperti etika batuk dan cara menggunakan masker yang benar. Yang terakhir adalah pemberian dan pemasangan poster. Poster ini juga menjelaskan tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan WHO. Diharapkan melalui poster tersebut, masyarakat dapat lebih memahami protokol kesehatan. Terkadang masyarakat luas sering kali mendapatkan berita atau artikel melalui media sosial yang belum dapat dipercayai kebenarannya. Sehingga melalui poster ini masyarakat dapat lebih siap apabila pemerintah akan menerapkan Era New Normal.

Setelah melakukan sosialisasi, Tim PMM Bhaktimu Negeri memberikan kuesioner guna menilai dan mengetahui sejauh mana masyarakat mengerti dan siap dalam menghadapi era New normal. Masyarakat sangat antusias dalam menjawab kuesioner tersebut dikarenakan mereka juga ingin menguji pengetahuan dan pemahaman yang selama ini sudah didapatkan dari media sosial, media elektronik dan bahkan media cetak. Pengisian kuesioner didampingi oleh anggota kelompok lainnya karena dikhawatirkan terdapat beberapa poin pertanyaan yang tidak dimengerti oleh responden. Sasaran kami merupakan masyarakat luas dari berbagai kalangan. Hal ini bertujuan agar cakupan penilaian tersebar seluas mungkin.

Kuesioner juga tidak dibatasi dengan usia, jenis kelamin, maupun pekerjaan. Rata-rata dari hasil jawaban kuesioner menyatakan bahwa mereka siap akan meghadapi New normal. Penyesuaian diri dengan tatanan barulah yang menyebabkan mereka sedikit mengalami hambatan karena kurang terbiasa. Masyarakat siap akan mulai belajar beradaptasi agar kegiatan dan aktivitas dapat kembali menjadi normal. Tim PMM UMM selalu mengingatkan kepada masyarakat agar selalu tetap mematuhi protokol kesehatan. Tim PMM UMM yakin bahwa mereka perlahan akan sadar betapa pentingnya melaksanakan anjuran pemerintah.***

Penulis : Maghfiroh Editor : Dimas Wahyu Ilmiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here