Dispertan Jatim Jangan Asal-Asalan, Kuota Pupuk Bersubsidi di Keluhkan Distributor dan Petani

0
264

Sampang www.panjinasional.net – Pupuk Bersubsidi di kabupaten Sampang diklaim semakin berkurang dan tidak sesuai kebutuhan. Akibatnya pasokan pupuk tidak terpenuhi sesuai pengajuan dan kebutuhan petani. Rabu 29 / 07/2020.

Pemilik Distributor Pupuk dari CV. Usaha Tani Sampang, H. Mohid Dohri menjelaskan, secara umum di awal tahun, petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, namun saat ini di pertengahan hingga akhir tahun 2020, dipastikan tidak ada pupuk bersubsidi, dan Petani terpaksa membeli pupuk non subsidi, jelas H. Mohid Dohri.

“Di awal tahun, pasokan pupuk subsidi ini tidak masalah, karena kekurangan diambilkan jatah musim tanam berikutnya. Namun saat akhir tahun petani akan sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi tesebut karena stok sudah tidak tersedia”, keluh H. Mohid.

Ditambahkan H. Mohid, kekurangan pupuk bersubsidi saat ini karena adanya pengurangan kuota dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. “Untuk alasan pengurangan kuota tidak sesuai kebutuhan, Dinas Pertanian Kabupaten Sampang yang lebih tahu Mas” terang H. Mohid.

Akibatnya, para petani harus lebih menguras kantong untuk membeli pupuk yang tidak bersubsidi, guna memenuhi kepentingan bertani.

Hal senada juga di sampaikan ketua kelompok tani H. Subaidi, menurutnya, kelangkaan atau kekurangan stok Pupuk Bersubsidi telah sering terjadi di setiap akhir tahun, sehingga pihaknya mengaku tidak begitu kaget dengan hal tersebut.

Namun, H. Subaidi berharap ada respon serius dari pemerintah, baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Sampang hingga peran Bupati Sampang untuk di Sampaikan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa timur, hingga kementerian, agar bisa terpenuhi kebutuhan Pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sampang, harapnya.

Menariknya, dari lima (5) macam pupuk yang di butuhkan di Kabupaten Sampang, yaitu Pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK dan Organik, tidak sesuai kebutuhan tahun-tahun sebelumnya.

Dimana tahun 2019, Pupuk Urea sebanyak 18.357 ton, SP-36 4.466 ton, ZA 2.207 ton, NPK 2.390 ton dan Organik sebanyak 1.094 ton, Sementara tahun 2020 Alokasi yang diterima Kabupaten Sampang, Pupuk Urea sebanyak14.767 ton, SP-36 2.461 ton dan ZA 3.504 ton dan NPK 9.609 ton tapi realokasinya sebanyak 9.399 ton, serta Pupuk Organik sebanyak 20.037 ton.

Menyikapi hal tersebut, sejumlah Petani dan Distributor Pupuk di Sampang mengaku kecewa dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa timur yang menduga terkesan asal-asalan dalam menyalurkan Pupuk Subsidi yang tidak mengacu pada kebutuhan tahun-tahun sebelumnya.

H. Mohid menuturkan, sebut saja Pupuk Organik, dimana tahun 2019 sebanyak 1.094 ton, tapi tahun 2020 jauh meningkat drastis dengan direalokasi sebanyak 20.037 ton. Sementara Pupuk Organik tidak diminati dan tidak di butuhkan Petani di Sampang, Pungkasnya.

Sementara Suyono Plt Kadis Pertanian Kabupaten Sampang saat ditemui di ruang kerjanya ia menjelaskan sudah mengirimkan surat ke Dinas Pertanian dan ketahanan pangan provinsi jawa timur dan hingga kementrian, agar bisa terpenuhi kebutuhan Pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sampang, tuturnya .(san/mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here