Diduga, Ada RS ‘Nakal’ Main Klaim Pasien Terjangkit COVID Di Gresik

0
389

Gresik, www.panjinasional.net – Dugaan Rumah Sakit Nakal yang meng”Klaim” pasien masuk dalam daftar Covid-19 terjadi di Gresik.
Salah satu Rumah Sakit Swasta yang berada di jalan RA. Kartini ini meminta keluarga pasien untuk menyerahkan foto copi KTP dan meminta menandatangani formulir data perawatan pasien covid-19
Padahal pasien berobat dengan keluhan penyakit ginjal pada bulan mei 2020 lalu, namun anehnya selang dua bulan seorang perempuan yang mengaku pihak staf rumah sakit RSSG telepon Jumat, (17/7/2020) 2 bulan setelah pasien dirawat.
“suami saya tidak kena Covid mbak dan kalau minta KTP suami minta saja langsung ke suami saya,” Jawab istri Pasien ketika di telepon staf RS
Bulan mei 2020 lalu memang sang suami sebelumnya sakit ginjal dan periksa di rumah sakit Semen Gresik. Pria yang bekerja di pabrik ini saat masuk rumah sakit dan hanya disarankan untuk rawat jalan, namun karena kondisinya lemah, oleh pihak keluarga minta untuk dilakukan rawat inap beberapa hari.
Namun Setelah sehari dirawat, pasien yang sakit Ginjal rencananya akan dipindah ke ruang isolasi yang digunakan pasien Covid 19, namun pihak keluarga keberatan,akhirnya pasien meminta pulang paksa.
“Kami minta pulang paksa karena suami saya mau dicampur sama pasien Covid, padahal suami hanya sakit ginjal,” ujar nya sambil mewanti – wanti namanya tidak disebutkan.
Kami mencoba untuk melakukan konfirmasi ke rumah sakit untuk mengklarifikasi kebenaran data dan informasi tersebut tersebut.

Di ruang tunggu rumah sakit pada Kamis, (23/7/2020) dr Tholib Bahasuan Humas RS Semen Gresik mengatakan saat ini masih belum bisa memberi klarifikasi.

“kami cek dulu datanya ya, nanti saya kasih info lebih lanjut,” ujar Tholib singkat.

Sehari setelah itu, pada Jumat (24/7/2020) dr Tholib memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp bahwa memang benar pihak rumah sakit meminta data pasien.

“Hasil telusur team satgas kami, ternyata permintaan itu memang di lakukan oleh bagian verifikasi akhir , bukan saat di layanan,” ujar dr. Tholib.

Saat ditanya kenapa ada permintaan data setelah pasian sudah keluar rumah sakit dalam waktu jedah yang lama. dr Tholib Bahasuan tidak memberikan jawaban pasti. ‘Untuk kelengkapan data selalu kita konfirmasi akhir” jawabnya.
Kejadian ini mengingatkan pada permasalahan yang disampaikan oleh anggota DPR RI tentang adanya Rumah Sakit Nakal dimana setiap pasien yang berobat langsung di klaim dalam golongan pasien Covid-19
Saat ditanya kenapa ada permintaan data setelah pasian sudah keluar rumah sakit dalam waktu jedah yang lama. dr Tholib Bahasuan tidak memberikan jawaban pasti. ‘Untuk kelengkapan data selalu kita konfirmasi akhir” jawabnya.

dr Tholib Bahasuan mewakili pihak rumah sakit meminta maaf kepada keluarga pasien dengan adanya kejadian tersebut. “Mohon maaf atas ketidak nyamanan saat telpon, dan kekurang elian petugas data dalam melakukan verifikasi data” pintaTholib.

Menurut Tholib data pasien diminta pihak rumah sakit karena akan digunakan sebagai data (Pasien Dalam Pengawasan) PDP.

Saat pandemi memang semua pihak harus dileh teliti dan hati-hati dalam bertindak karena infomasi yang kurang maupun adanya keteledoran informasi menyebabkan kegaduhan. dibutuhkan sense of crisis dari semua pihak.
Modus dan temuan yang dilakukan oleh Rumah Sakit yang nakal pernah terjadi di beberapa Rumah Sakit diantaranya di Surabaya dan kota-kota lain dengan modus sebagai berikut :
1. Pasien diabetes diklaim meninggal karena COVID-19
Terungkap Ada RS ‘Nakal’ Klaim Pasien Meninggal karena COVID Demi Uang
Said mengungkapkan sebuah kejadian di salah satu rumah sakit di Surabaya, yang mengklaim kematian pasien diabetes karena COVID-19. Singkat cerita, keluarga pasien tak terima dan akhirnya menempuh jalur hukum.
“Akhirnya rumah sakit nyerah, ‘iya Pak bukan COVID-19’,” ujar Said.
2. Di berbagai daerah juga ada rumah sakit ‘nakal’
Di Madura juga, kata Said, terjadi hal yang sama. Peristiwa tersebut menimpa tetangganya yang memiliki penyakit menahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dan meninggal. Rumah sakit mengklaim pasien meninggal karena COVID-19.
“Sumatera, Jatim, Jabar terjadi orang gak COVID dibuat COVID. Jadi kita memang ujian betul. Di Jambi, Ciamis, ini viral di mana-mana,“ kata Said.
3. Satu pasien COVID-19, rumah sakit bisa klaim Rp 45-90 juta
Terungkap Ada RS ‘Nakal’ Klaim Pasien Meninggal karena COVID Demi Uang
Lebih lanjut, Said mengatakan, berdasarkan informasi jika ada pasien meninggal karena COVID-19, maka rumah sakit dapat alokasi anggaran Rp 45 sampai Rp 90 juta.
Dilangsir IDNTimes. Said kembali menyimpulkan, jika 100 pasien meninggal diklaim karena COVID-19 maka rumah sakit telah meraup keuntungan hingga Rp 4,5 miliar sampai Rp 9 miliar.
“Kira-kira ada kenakalannya juga rumah sakit Pak dokter. Tidak COVID-19 dinyatakan COVID-19,” kata Said kepada Terawan.(***tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here