PDAM Sumenep Dinilai Belum Mampu Memberikan Kontribusi Besar Terhadap PAD Sumenep?

0
128
Herman Wahyudi,SH Pengamat Kebijakan Publik

Sumenep, www.panjinasional.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai Badan Usaha Milik Dareah (BUMD) Pemerintah daerah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa timur, mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan air bersih tersebut dinilai belum mampu memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Demikian dikatakan pengamat kebijakan publik, Herman Wahyudi,SH.

Karena menurut Herman Wahyudi, sebagai BUMD yang starategis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) seharusnya mampu menyumbang PAD yang sangat besar karena sumber airnya tidak membeli.

“Kalau kami menelisik dari data ringkasan APBD tahun anggaran 2020 PDAM ini hanya menyumbang PAD 200 juta kepada Pemerintah daerah Kabupaten (Pemkab) Sumenep,” kata, Herman Wahyudi, SH. Senin (20/07).

Lebih lanjut Herman mengatakan, jangan salahkan publik kalau misalnya menilai PDAM ini belum mampu memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kabupaten. ” Sebab PDAM ini bukan perusahaan kecil, dan berapa jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sumenep?,” tanya dia.

Sementara itu Dirut PDAM Sumenep melalui Bagian Umum PDAM Febmi, S. Ap, menyampaikan bahwa, untuk saat ini ada 13. 320 pelanggan yang terdiri 6 unit dan 1 Kota.

“Ada 7 (tujuh) unit semuanya, Kota, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Ambunten, Sapudi, Kagean, ada 7 (tujuh) Kecamatan,” terang Febmi, Senin (20/07) di kantornya.

Lebih lanjut Febmi menyampaikan, kalau PAD itu tiap tahun berubah-ubah, tahun kemarin 200, tahun ini 250. Insyaallah tahun depan kita agak menurun, sekitar 275.
“Targetnya naik terus dari Pemda, jadi mulai dari 50, 75, 100, 150, 200 kemaren,” terangnya.

Untuk standar PAD itu berapa? Menurutnya, kalau tidak salah 55% dari total pendapatan. “Tapi yang kita realisasikan nggak segitu mas, habis lah,” katanya.

Dikatakan Febmi, kalau secara perdanya diatur 55% dari total pendapatan, karena kan seluruh modal dari Pemda.

“Tapi realisasinya nggak, akhirnya setelah kita rapat menyesuaikan lagi kembali kepada kemampuan perusahaan, untuk tahun 2019, 200 kalau nggak salah 200, naiknya 50, 50 kemarin, baru besok ini kayaknya kita turun ke 25 jutaan,” pungkasnya.@qib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here