SIG Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Produksi Semen

0
141
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menekan tombol tanda peresmian operasional pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Wagub Jateng, Taj Yassin Maimoen.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menekan tombol tanda peresmian operasional pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Wagub Jateng, Taj Yassin Maimoen.

SEMARANG. Panjinasional.net – Direktur Produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Benny Wendry, menegaskan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif, merupakan solusi untuk pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan masyarakat agar menjadi lebih baik.

“Refuse-Derived Fuel (RDF) merupakan hasil dari sampah domestik yang diolah dengan metode biodrying untuk dijadikan energi terbarukan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan sampah tersebut mampu mensubstitusi penggunaan batu bara menjadi bahan bakar hingga 3% Substitusi Energi Panas (Thermal Substitution Rate/TSR),” kata Benny dalam siaran persnya yang diterima panjinasional.net, Rabu (22/7/2020).

Ungkapan Benny tersebut sebagai tindak lanjut atas kegiatan yang dilaksanakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), yang memanfaatkan sampah perkotaan di fasilitas yang berada di Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Selanjutnya, sampah diolah sebagai bahan bakar alternatif dalam pembuatan semen di pabrik SBI di Cilacap.

Peresmian operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) diresmikan Selasa, 21 Juli 2020 oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo , Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yassin Maimoen, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Produksi SIG, Benny Wendry dan Direktur Utama SBI, Aulia Mulki Oemar.

Benny menambahkan saat ini sampah terus bertambah tiap hari dan menjadi masalah besar di beberapa daerah termasuk Kabupaten Cilacap. Hal itulah yang memberikan dorongan bagi kami untuk memanfaatkan sampah yang semula tidak bernilai menjadi energi alternatif pengganti batu bara.

Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini, lanjutnya, merupakan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. SIG ingin memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan bahwa penerapan teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Indonesia dan diharapkan agar pilot proyek ini bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia yang selama ini masih menjadi permasalahan pelik. Harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten kepada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah dimana sampai saat ini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial.

“Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini selanjutnya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” ujar Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu yang pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap (dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup) yang bekerja sama Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta SBI yang ditunjuk sebagai operator, mempersiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan, dan offtaker produk RDF.(Mim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here