PG Ekspor Pupuk KAPTAN

0
162

Gresik, www.panjinasional.net – Petrokimia Gresik melakukan ekspor Kapur Pertanian (Kaptan) Kebomas sebanyak 9 ribu kilogram ke negara Brunai Darussalam yang dilakukan melalui CV Ahimsa Bangkit Utama (ABU), salah distributor produk komersial Petrokimia Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa ekspor Kaptan Kebomas ini dilakukan untuk memenuhi program intensifikasi budidaya tanaman padi di Brunai Darussalam dengan potensi lahan seluas 200 hektare.
“Untuk itu, program intensifikasi pertanian menjadi strategi paling memungkinkan yang saat ini ditempuh oleh sejumlah negara untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah pandemi, ” ujar Rahmad. Jumat, (17/7/2020)
Brunai Darussalam adalah negara di pantai utara pulau Kalimantan yang sebagian wilayahnya memiliki tanah gambut. Kaptan Kebomas, digunakan untuk menetralkan pH tanah gambut tersebut. Karena tanah gambut memiliki sifat masam (pH rendah). Tanah yang masam akan menyebabkan berkurangnya ketersediaan unsur hara di dalam tanah, sehingga produktivitas pertanian akan terganggu.
“Pengaplikasian Kaptan Kebomas dan pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik mampu meningkatkan produktivitas di lahan-lahan gambut tersebut dibandingkan pola kebiasaan petani,” kata Rahmad.
Rahmad menjelaskan, Kaptan Kebomas merupakan salah satu produk komersial andalan Petrokimia Gresik. Memiliki kandungan kapur atau kalsium karbonat (CaCo3) yang cukup tinggi, yaitu 85 persen.
“Kaptan Kebomas juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas pada tanaman lain, budidaya tambak, serta budidaya ikan dan udang ” ujar Rahmad.

Lebih lanjut Rahmad menerangkan bahwa ekspor Kaptan Kebomas ini adalah rekor, karena menjadi penjualan perdana bagi produk Kaptan Kebomas di pasar internasional. Berbekal transformasi bisnis yang dijalankan sejak tahun 2019, produk Petrokimia Gresik semakin berdaya saing di pasar global.

“Ekspor ini sekaligus menjawab tantangan yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa perusahaan negara harus bertransformasi menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing di pasar global,” tutup Rahmad.
Martin Purnama Sidi, Direktur Utama CV ABU mengaku memilih Kaptan Kebomas untuk diekspor karena didukung corporate image yang kuat dari Petrokimia Gresik. Begitu juga dengan jaminan stok yang lebih baik dibandingkan produk lain seperti dolomit. Ia pun meyakini jika kerjasama ekspor Kaptan Kebomas ini akan berlanjut, apalagi mayoritas tanah di Brunai Darussalam.

“Kami bersyukur respon dari importer bagus. Saya yakin akan ada lebih banyak Kaptan Kebomas yang kami diekspor untuk menetralisasi kemasaman tanah pada lahan pertanian yang ada di Brunai Darussalam, ujar Martin. (shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here