Media Sebagai Pilar ke 4. Kenapa Tidak Difungsikan Dalam Penanganan COVID-19.

0
102
Gatot Irawan Pemred Media Panjinasional

Opini. Panjinasional.net – Dalam penanggulangan penyebaran Covid-19 di beberapa daerah khususnya Surabaya dan Jawa Timur Beberapa walikota, Bupati hingga gubernur bersama seluruh jajaran yang dikordinadikan Gugus Tugas sudah bekerja keras demi menyelamatkan warganya di wilayah masing-masing.

Selain tiga pilar Pemerintah, Kepolisian, TNI dan Kejaksaan saling berjibaku dengan berbagai aturan dan program sosialisasi hingga penindakan terhadap masyarakat yang tidak mematuhi peraturan pembatasan aktivitas, tidak memakai masker dan lain-lain.

Lalu bagaimana dan langkah, apa lagi yang harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 agar bisa teratasi hingga korban tidak semakin bertambah besar.
Keterlibatan unsur tiga pilar ternyata belum cukup meskipun beberapa pejabat pusat baik Presiden Jokowi hingga para menterinya sudah turun gunung mencari dan turut mendeteksi lajunya Coronavirus yang semakin membabi buta khususnya wilayah Surabaya dan Jawa Timur yang sempat viral mendapatkan julukan zona hitam.

Rupanya para pejabat atau pemangku negeri ini lupa atau memang belum menyadari keberadaan sebuah julukan yang dinamakan Pilar ke 4 (empat). Namun kenapa tidak pernah dilibatkan dalam penanganan covid-19, sedangkan selama ini Media hanya di gelontor berita sedih tentang penyebaran Covid-19.

Media yang memiliki sumberdaya dan mampu memberikan pendekatan dan edukasi terhadap masyarakat secara langsung, tentunya akan bisa membantu secara moral dan sosial bagaimana peraturan harus diterapkan secara langsung dengan tidak mengurangi tugas pokok Penerapan aturan yang telah di programkan pemerintah bersama petugas Gugus Covid-19.

Sebagaimana penulis telah membahas bersama kawan-kawan Jurnalis berbagai media yaitu Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) tentang turut sertanya membantu pemerintah dalam penanggulangan Pandemi Covid-19, asalkan dikehendaki oleh pemerintah.

Jadi ada komunitas Jurnalis yang beranggotakan seratusan Media aktif yang bisa dilibatkan dan diajak membahas membantu pemerintah dalam penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Jawa timur.

Apalagi anggota komunitas tersebut sudah beberapa kali bertemu menteri kesehatan Terawan, namun belum ada niat adanya pembahasan untuk melibatkan Media sebagai Gerbang sosialisasi guna memberikan pemahaman tentang penyebaran Covid-19 yang telah banyak mengorbankan masyarakat.
Media jangan hanya diberikan Release Pemberitaan, namun perlu dilibatkan sehingga tidak ada ketimpangan informasi yang berkembang antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah, sehingga kalau ada perkataan miring di masyarakat atau medsos, maka media bisa meluruskan dengan bahasa kebenaran.

Tulisan ini hanya masukan untuk para pejabat yang berwenang. Sebab Media dan Jurnalis selama ini berusaha membantu pemerintah akan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Kalau memang media tidak bisa dilibatkan bisa-bisa akan menjadi pertanyaan besar Ada Apa?.,***gatot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here