Warga Desa Serah Meninggal Bersimbah Darah, Pihak Keluarga Halangi Kades Untuk Lapor ke Polisi

0
989
Gambar ilustrasi

Gresik, www.panjinasional.net – Seorang warga Desa Serah kecamatan Panceng Gresik Meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar rumahnya. Askuri (70) ditemukan meninggal dunia Senin pagi (5/7/2020) lalu.

Informasi di lapangan diketahui korban ditemukan sudah tak bernyawa pada Senin (13/7/2020) pagi di depan kamar pribadinya. Saat itu, ada luka memar di pelipis kanan serta banyak darah di bagian muka dan badan korban. Juga di tempat tidur korban terlihat banyak darah.

“Saat kita mandikan jenazahnya memang ada banyak darah disekitar wajah dan perut. Ada ketidakwajaran atas meninggal pak Askuri saat itu. Bahkan ada banyak darah di kasur korban,” kata Ulum Kasi Kesra, Desa Serah ketika dikonfirmasi, Kamis (16/7/2020).

Ulum merasa meninggalnya tokoh masyarakat yang juga pengurus takmir masjid di desa tersebut sangat tidak wajar. Namun entah kenapa pihak keluarga tidak mengijinkan untuk menghubungi pihak berwajib.
Sementara Saikun salah satu saksi yang melihat kondisi mayat Askuri di rumahnya mengatakan, saat itu melihat darah yang begitu banyak dan tidak masuk akal.

” Ini sangat tidak masuk akal jika hanya dikatakan jatuh. Kalo jatuh pasti hanya memar atau luka biasa. Memang saat itu mayat sudah dipindahkan ke tempat lain di luar kamar. Saya sampai gak habis pikir ada banyak darah di tempat tidur korban. Saya sampai bolak balik melihat kamar korban, melihat mayat almarhum. Karena pikiran saya mengatakan gak mungkin kalo meninggal hanya karena jatuh. Keinginan pak kades untuk melaporkan ke pihak kepolisian di halang halangi oleh keluarga almarhum” jelas Saikun.

Saikun juga mengatakan , pak kades sebelumnya meninggalkan rumah almarhum mengatakan kepada pihak keluarga, agar salah satu perwakilan dari keluarga datang ke Balai desa. Namun hingga di tunggu selama 2 hari tidak ada satupun perwakilan yang datang.
” Saya sampai dua hari dua malam di balai desa menunggu bersama pak kades di Balai desa namun tidak ada satupun perwakilan keluarga yang datang” ujarnya.

Saikun menambahkan, Memasuki hari ketiga, saat itu masih di Balai desa, pak kades mendapat telepon dari salah satu keluarga di undang ke rumahnya.

“Setelah dari rumah keluarga almarhum, saya tanya hasil pembicaraan antara kades dengan pihak keluarga, menurut penuturan Abdul Said pihak keluarga menyampaikan terimakasih kepada pemdes yang telah menutupi kasus ini. Lho sayakan heran ada apa ini” tutur Saikun.

Sementara itu Kanitreskrim Polsek Panceng Ipda Moch Dawud membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, ia sudah mendapatkan informasi. “Tidak ada laporan ke kita, (Karena meninggal tidak wajar) kita tetap melakukan penyelidikan,” imbuhnya.

Meski peristiwa tersebut terjadi sudah lebih dari 10 hari. Namun apa penyebab kematian Askuri sang pengurus takmir masjid desa serah hingga kini masih menyisakan rasa penasaran warga. Warga berharap misteri kematian Askuri segera terungkap. (Shol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here