Usut.! Demi Uang. Ada RS ‘Nakal’ Klaim Pasien Meninggal Karena COVID

0
290
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah saat memimpin rapat di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2020)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah saat memimpin rapat di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2020)

Jakarta – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) menggelar rapat kerja dengan pemerintah untuk membahas laporan APBN semester satu 2020 termasuk dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pada rapat ini Banggar meminta Terawan dapat menjelaskan rendahnya serapan anggaran kesehatan pada program penanganan Covid-19.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan realisasi serapan anggaran kesehatan tidak sesuai ekspektasi. “Pertama penanganan Covid-19 dan ramainya serapan anggaran yang rendah. Pada saat yang sama muncul dari Komisi IX karena lemahnya koordinasi antara gugus tugas dan Kemenkes,” ujarnya saat Ruang Rapat Banggar DPR, Rabu (15/7/2020).

Pemerintah menganggarkan sektor kesehatan dalam pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 87,55 triliun. Namun hingga 8 Juli 2020, penyerapannya baru 5,12 persen atau sekitar Rp 4,48 triliun
Sedangkan serapan anggaran yang sekarang pun naik dari yang sebelumnya tercatat 4,68 persen atau setara Rp 4,09 triliun
Bergulir dan terungkap apa yang disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan, adanya beberapa rumah sakit yang ‘nakal’ mengeruk keuntungan dengan mengklaim kematian pasien karena COVID-19.

“Telisik punya telisik, anggaran (rumah sakit dari pemerintah) kalau (pasien) dinyatakan mati karena COVID-19 lebih besar,” kata Said saat memimpin rapat Banggar bersama pemerintah termasuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Rabu (15/7/2020) di Gedung DPR, Jakarta.

1. Pasien diabetes diklaim meninggal karena COVID-19
Terungkap Ada RS ‘Nakal’ Klaim Pasien Meninggal karena COVID Demi Uang
Said mengungkapkan sebuah kejadian di salah satu rumah sakit di Surabaya, yang mengklaim kematian pasien diabetes karena COVID-19. Singkat cerita, keluarga pasien tak terima dan akhirnya menempuh jalur hukum.
“Akhirnya rumah sakit nyerah, ‘iya Pak bukan COVID-19’,” ujar Said.

2. Di berbagai daerah juga ada rumah sakit ‘nakal’
Di Madura juga, kata Said, terjadi hal yang sama. Peristiwa tersebut menimpa tetangganya yang memiliki penyakit menahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dan meninggal. Rumah sakit mengklaim pasien meninggal karena COVID-19.

“Sumatera, Jatim, Jabar terjadi orang gak COVID dibuat COVID. Jadi kita memang ujian betul. Di Jambi, Ciamis, ini viral di mana-mana,“ kata Said.

3. Satu pasien COVID-19, rumah sakit bisa klaim Rp 45-90 juta
Terungkap Ada RS ‘Nakal’ Klaim Pasien Meninggal karena COVID Demi Uang
Lebih lanjut, Said mengatakan, berdasarkan informasi jika ada pasien meninggal karena COVID-19, maka rumah sakit dapat alokasi anggaran Rp 45 sampai Rp 90 juta.

Dilangsir IDNTimes. Said kembali menyimpulkan, jika 100 pasien meninggal diklaim karena COVID-19 maka rumah sakit telah meraup keuntungan hingga Rp 4,5 miliar sampai Rp 9 miliar.
“Kira-kira ada kenakalannya juga rumah sakit Pak dokter. Tidak COVID-19 dinyatakan COVID-19,” kata Said kepada Terawan.***tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here