Surabaya Resmi Terapkan Jam Malam dalam Fase New Normal

0
364
Ilustrasi Penerapan jam malam kota Surabaya

Surabaya, www.panjinasional.net – Resmi Pemerintah Kota Surabaya berlakukan aturan pembatasan aktivitas di malam hari.
Aturan jam malam diberlakukan setelah Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya.
Adapun Perubahan Perwali tentang Tatanan Normal Baru ini, salah satunya berisi pembatasan jam malam, sudah disahkan dan ditetapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 13 Juli 2020.

Irvan Widyanto. Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya mengatakan, aturan jam malam untuk pencegahan Covid-19 di Surabaya mulai berlaku sejak Perwali Nomor 33 Tahun 2020 diundangkan.
“Peraturan (pembatasan jam malam) mulai diberlakukan pada tanggal diundangkan (Senin 13 Juli 2020),” kata Irvan, saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

Sedangkan pembatasan aktivitas di luar rumah pada malam hari ini dillaksanakan setiap pukul 22.00 WIB setiap harinya.
Masyarakat tetap boleh beraktivitas saat malam hari adalah kegiatan yang berhubungan dengan urusan kesehatan, logsitik, dan kedaruratan serta kebutuhan warga yang mendesak.
“Jadi rumah sakit, apotik, fasilitas pelayanan kesehatan, pasar, stasiun, terminal, pelabuhan, SPBU, pengiriman barang, dan fasilitas pelayanan masyarakat (boleh beraktivitas di malam hari),” ujar Irvan.

Sedangkan masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak harus berada di rumah dengan batas selambat-lambatnya pukul 22.00 WIB sudah harus dirumah.
Bisa ada pengecualian, jika ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari, maka wajib menunjukkan surat keterangan sehat.

“Jadi, harus membawa surat keterangan atau bukti pendukung lain yang dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Irvan.
Pemkot Surabaya mengatur sanksi apabila warga melanggar ketentuan tersebut.

Sangsi pelanggaran yang ditentukan Pemkot Surabaya yaitu: Terdapat tiga poin yang mengatur sanksi adminitratif dalam perubahan Perwali tentang Pedoman Tatanan Normal Baru, yakni, teguran lisan, teguran tertulis, dan prosedur paksaan.
Dalam sangsi paksaan pemerintah ini meliputi penyitaan KTP, pembubaran kerumunan, dan penutupan sementara izin usaha dan sebagainya. “Paksaan pemerintah lainnya berupa sanksi sosial, antara lain push up, joget, memberi makan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial),” jelas mantan Kasatpol PP Surabaya.

Pembatasan aktivitas di luar rumah pada malam hari ini sudah pernah diterapkan saat pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, akhir April lalu.
Sebelumnya diberitakan, aturan jam malam di Surabaya kembali diterapkan karena mendapat rekomendasi Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi).
Irvan menyebut, Persakmi telah membuat kajian kesehatan dan keamanan pembukaan kembali tempat hiburan di Kota Surabaya.
Atas rekomendasi itu, tempat rekreasi hiburan umum (RHU) atau hiburan malam di Surabaya, seperti karaoke, spa, bioskop dan sebagainya akan dilarang untuk beroperasi.

Berdasarkan kajian Persakmi, aktivitas di tempat hiburan malam, seperti di tempat karaoke, bar atau kelab malam, memiliki risiko tinggi terjadinya penularan Covid-19.
Pemerintah Surabaya saat ini sedang berjuang dan berupaya untuk memutus laju penyebaran Covid-19. Sebab, hingga saat ini situasi pandemi di Surabaya belum akan usai. Hingga Senin (13/7/2020) malam, angka kasus positif Covid-19 di Surabaya mencapai 7.255 kasus atau bertambah 46 kasus.
Kabar angka kesembuhan pasien positif Covid-19 ada sebanyak 3.580 atau bertambah 103 pasien sembuh. Sedangkan angka pasien meninggal berjumlah 622 pasien atau bertambah 12 pasien dalam satu hari terakhir.

Walaupun demikian angka kasus Covid-19 di Surabaya masih menjadi yang tertinggi di Jatim, disusul Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Adapun kasus positif Covid-19 secara kumulatif di Jatim mencapai 16.862 kasus atau bertambah 252 kasus.
Sedangkan pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak 8.468 kasus dan pasien Covid-19 meninggal sebanyak 1.261 kasus.***tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here