Buka Taklim Virtual Nasional Gubernur Ingatkan Adaptasi Digitalisasi Menuntut Ilmu

0
157
_Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Kadis Kominfo Benny Sampirwanto (kiri) dan Kadis Pendidikan Wahid Wahyudi, saat membuka Taklim Virtual Nasional dari Grahadi Surabaya, Selasa (14/07).

Surabaya. www.panjinasional.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar kaum perempuan senantiasa semangat untuk menuntut ilmu apalagi seiring dengan perkembangan teknologi yang melahirkan digitalisasi disemua bidang.

“Kita berhidmat tidak pernah berhenti mencari ilmu karena ilmunya Allah swi ibarat kita ambil setetes di lautan itupun kita tidak berhenti untuk mendapatkan disitu,” ujar Khofifah, saat membuka Taklim Virtual Nasional 4 Hidmat Muslimat Nahdlatul Ulama Pusat,dengan tema Kebijakan dan Peran Majelis Taklim di Era New Normal dari Grahadi Surabaya, Selasa (14/07).

Acara yang disiarkan melalui zoom meeting diikuti 250 peserta pengurus Muslimat NU dari seluruh Indonesia dan menghadirkan narasumber Wakil Menteri Agama H.Zainud Tauhid Sa’adi serta Penasehat PP Muslimat NU dan Ketua Hidmat MNU Pusat, Ny. Hj. Machfudhoh Aly Ubaid binti KH. Wahab Chasbulloh.

Dalam pengarahannya Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU dan Ketua Badan Pembina HIDMAT MNU Pusat menjelaskan, dari acara rutin Hidmat ini agar dicatat dan dibukukan sehingga bisa diisebarluaskan kepada masyarakat sehingga bisa mendapatkan ilmu dari narasumber dengan dibukukan juga tidak terkendala batas waktu dan jarak. Apalagi melalui website serta dimasukkan dalam elektronik book.

Hidmat ini seperti biasa dicatat dan dibukukan sehingga menjadi dakwah bil khitabah serta bisa didesiminasikan lebih luas melalui website dan elektronik. “Sehingga kita dipaksa masuk pada adaptasi baru adaptasi digitalisasi dari seminar dan diskusi kita,” katanya.

Dicontohkan juga pihaknya mempelajari tentang ekonomi terkait dengan financial technology (fintech), maka Muslimat melakukan pertemuan dengan para ulama untuk mendiskusikan tentang hukum fintech, maka diperlukan kajian-kajian. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here